Pemerintahan

‎Tak Main-main, Bupati Majalengka Siap Blacklist Pelaksana Proyek Jalan Asal Jadi

×

‎Tak Main-main, Bupati Majalengka Siap Blacklist Pelaksana Proyek Jalan Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

‎‎MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme para pengawas di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka dalam menjamin kualitas pembangunan infrastruktur.‎‎

Penegasan tersebut disampaikan Eman saat kegiatan bersama jajaran pengawas, Sabtu (28/2/2026). Ia menekankan bahwa wajah pemerintah daerah salah satunya tercermin dari keberhasilan penyelenggaraan infrastruktur.‎‎

“Saya memberikan penguatan kepada para pengawas. Baik dan buruknya infrastruktur, yang paling depan itu pengawas. Ketika Bupati punya visi besar mewujudkan Majalengka Langkung SAE, terutama di sektor infrastruktur, maka pengawas harus jadi ‘bupati’ di lapangan,” tegasnya.

‎‎Eman menyoroti kondisi sejumlah proyek jalan yang dinilai tidak sesuai umur teknis. Ia menyebut, secara teknis jalan minimal harus bertahan lima tahun, namun dalam praktiknya ada yang baru tiga hingga empat bulan sudah mengalami kerusakan.‎‎

“Kalau tiga bulan sudah rusak, empat bulan sudah rusak, siapa yang salah? Yang mengawasi. Karena dia tahu spesifikasinya harus seperti apa,” ujarnya.‎‎

Ia juga menegaskan tidak boleh ada praktik jual-beli proyek yang berpotensi merusak kualitas pekerjaan.

Menurutnya, pengawasan yang lemah akan berdampak pada temuan kekurangan volume pekerjaan hingga kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga.

‎‎“Kalau ditemukan ada pengembalian karena kekurangan volume dan kelebihan bayar yang besar, itu berarti pengawasnya tidak benar. Risikonya jelas, tidak akan dipakai lagi,” katanya.‎‎

Sebaliknya, Eman memastikan akan memberikan penghargaan bagi pengawas yang bekerja jujur, disiplin, amanah, dan berintegritas. Ia bahkan menjamin perlindungan bagi pengawas yang tegas terhadap kontraktor, meski ada pihak yang mengaku dekat dengan kepala daerah.‎‎

“Tidak usah takut. Sepanjang melaksanakan tugas dengan benar, akan saya jamin. Tidak boleh ada rasa takut terhadap pihak ketiga,” tegasnya.‎‎

Sebagai langkah penguatan sistem, Eman menyatakan pengawasan tidak berhenti pada tahap pelaksanaan proyek. Setelah Provisional Hand Over (PHO), ia akan menurunkan Inspektorat untuk melakukan audit kelayakan pembayaran.

‎‎Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap proyek infrastruktur benar-benar sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia berharap, dengan pengawasan yang kuat dari hulu hingga hilir, kualitas jalan dan jembatan di Kabupaten Majalengka dapat terjaga sesuai standar teknis.‎‎

“Semua aspek harus berubah menjadi lebih baik. Saya ingin menghadirkan kualitas pekerjaan yang benar-benar bagus demi Majalengka Langkung SAE,” pungkasnya.