Olahraga

Persib Bandung Bidik Poin Penuh di Kandang Persebaya, Federico Barba Siap Hadapi Tantangan

×

Persib Bandung Bidik Poin Penuh di Kandang Persebaya, Federico Barba Siap Hadapi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Federico Barba melakukan selebrasi dalam laga Super League 2025-2026 Madura United vs Persib Bandung di Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (30/11/2025).(KOMPAS.com/Suci Rahayu)

SURABAYA, TINTAHIJAU.com – Persib Bandung datang ke markas Persebaya Surabaya dengan target tinggi. Tim berjuluk Maung Bandung tersebut mengusung misi membawa pulang tiga poin dalam laga tandang yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin (2/3/2026) malam.

Persib memiliki kepercayaan diri tinggi berkat kemenangan telak 5-0 atas Madura United pada laga sebelumnya. Hasil positif tersebut menjadi modal penting bagi anak asuh Bojan Hodak untuk menghadapi skuad Persebaya yang kini ditangani oleh Bernardo Tavares.

Bek asing Persib, Federico Barba, mengakui bahwa lawan mereka kali ini memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Ia menilai tim tuan rumah sebagai lawan yang solid dan berbahaya.

“Mereka memiliki kualitas, mereka adalah tim yang kompak, kuat, dan memiliki pemain berkualitas,” kata Barba.

Performa Persebaya sendiri tengah dalam tren yang cukup stabil dengan catatan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kali kalah dari lima pertandingan terakhir. Meski demikian, Barba menegaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan timnya demi meraih hasil maksimal.

“Tentunya, kami telah datang ke sini setelah melakukan persiapan intensif, seperti yang kami lakukan pada pertandingan sebelumnya. Kami akan bermain besok dan bertekad memenangkan tiga poin,” tegas Barba.

Terkait tantangan jadwal kompetisi yang dinamis, termasuk laga malam hari selama bulan Ramadan, bek asal Italia tersebut mengaku tidak mengalami kendala besar. Ia memandang perubahan jadwal sebagai bagian dari risiko pekerjaan sebagai pemain profesional.

“Sejujurnya tidak terlalu sulit. Kami melihat di televisi bahwa pertandingan Liga Inggris atau Italia jadwalnya berubah-ubah. Saya kira kami harus beradaptasi. Kemudian, bermain malam seperti sekarang, kami juga melakukan adaptasi penyesuaian dalam bermain dan berlatih,” jelasnya.

Bagi Barba, kunci utama dalam menghadapi situasi kompetisi di Indonesia adalah fleksibilitas pemain itu sendiri. “Itu bukan hal yang sulit, yang penting adaptasi,” pungkasnya.