KARAWANG, TINTAHIJAU.com – Masyarakat Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat remaja laki-laki di area saluran irigasi Dusun Sukajaya pada Kamis (5/3/2026) pagi. Jasad tersebut teridentifikasi sebagai MFI alias Endo (17), yang sebelumnya sempat dicari oleh pihak keluarga lantaran tak kunjung pulang sejak Selasa (3/3/2026).
Terungkapnya keberadaan jasad korban berawal dari kecurigaan penduduk setempat yang mencium aroma menyengat dari arah perairan irigasi. Mewakili Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan membenarkan adanya temuan tersebut.
“Tadi pagi warga menemukan mayat remaja laki-laki di irigasi Dusun Sukajaya I, yang sebelumnya diketahui mencium bau tidak sedap. Kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rengasdengklok,” ujar Ipda Cep Wildan dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil penelusuran awal pihak kepolisian, korban diketahui masih terlihat berkumpul bersama kawan-kawannya pada Selasa (3/3) malam, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata, kelompok remaja tersebut awalnya memiliki rencana untuk melakukan aksi tawuran di kawasan pabrik kerupuk yang berlokasi di Desa Kertasari, Kecamatan Jayakerta.
“Terakhir terlihat Selasa malam bersama rekan korban, informasinya mereka mau berangkat tawuran di Desa Kertasari. Namun, rencana itu batal karena jumlah lawan yang terlalu banyak lalu mereka kembali, termasuk korban,” ungkapnya.
Menyadari kelompok lawan memiliki jumlah massa yang jauh lebih besar, korban beserta rekan-rekannya dilanda kepanikan dan berusaha melarikan diri dari lokasi.
“Korban dan temannya panik melihat jumlah lawan terlalu banyak, kemudian menarik gas sepeda motornya untuk kembali, karena tak terkendali akhirna terjatuh dari sepeda motor, korban kemudian menceburkan diri ke irigasi,” ucap Wildan.
Untuk mengusut tuntas insiden ini, petugas dari Polsek Rengasdengklok yang didukung oleh Tim Inafis Polres Karawang tengah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga masih terus menggali keterangan dari saksi-saksi guna menyusun ulang kronologi kejadian secara utuh.
“Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Kami masih melakukan penyelidikan di TKP untuk mengetahui penyebab pasti dan motif dibalik kematian korban,” pungkasnya.





