SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-21 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa.
Hari ke-21 juga menandai dimulainya fase sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh kemuliaan dan menjadi momen penting untuk memperbanyak amal kebaikan.
Doa pada hari kedua puluh satu ini berisi permohonan agar Allah SWT menunjukkan jalan menuju keridaan-Nya, menjauhkan dari kemurkaan-Nya, serta memberikan kemampuan untuk membaca dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Berikut bacaan doa hari ke-21 Ramadan:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلًا وَلَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلًا وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلًا وَمَقِيْلًا يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ
Latin:
Allâhummaj ‘al lî fîhi ilâ marḍâtika dalîlâ wa lâ taj‘al lisy-syaithâni fîhi ‘alayya sabîlâ waj‘alil jannata lî manzilan wa maqîlâ yâ qâḍiya ḥawâijith thâlibîn.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah bagiku di bulan ini petunjuk menuju keridaan-Mu. Janganlah Engkau beri jalan bagi setan untuk menguasaiku. Jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan tempat istirahatku, wahai Dzat yang memenuhi kebutuhan orang-orang yang memohon.”
Doa ini mengandung pesan penting tentang upaya seorang Muslim untuk selalu berada di jalan yang diridai Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat menjauhkan dari kebaikan.
Selain memohon petunjuk menuju keridaan Allah, doa ini juga berisi permintaan agar dijauhkan dari pengaruh setan yang dapat menjerumuskan manusia pada perbuatan dosa. Dengan perlindungan Allah SWT, seorang hamba diharapkan mampu menjaga keimanan dan konsistensi ibadah.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mencari malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan.





