SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-22 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak doa dan meningkatkan kualitas ibadah.
Hari-hari pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.
Doa pada hari kedua puluh dua ini berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu-pintu karunia-Nya, menurunkan keberkahan, serta memberikan kemampuan untuk meraih keridaan-Nya.
Berikut bacaan doa hari ke-22 Ramadan:
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَأَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَوَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَأَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ
Latin:
Allâhummaftah lî fîhi abwâba faḍlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti marḍâtika wa askinnî fîhi buḥbûḥâti jannâtika yâ mujîba da‘watal muḍṭarrîn.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu. Turunkanlah kepadaku keberkahan-Mu. Berikanlah aku kemampuan untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan keridaan-Mu. Tempatkanlah aku di tengah-tengah surga-Mu, wahai Dzat yang mengabulkan doa orang-orang yang membutuhkan.”
Doa ini mengandung makna mendalam tentang harapan seorang hamba agar memperoleh limpahan karunia dan keberkahan dari Allah SWT. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, doa ini juga memohon agar diberikan kemampuan untuk melakukan perbuatan yang diridai Allah. Dengan taufik dan hidayah-Nya, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa dengan harapan meraih keberkahan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar.





