SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbanyak doa, istighfar, dan amal ibadah.
Hari-hari pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momentum penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon ampunan atas segala dosa.
Doa pada hari kedua puluh tiga ini berisi permohonan agar Allah SWT menyucikan diri dari dosa-dosa, membersihkan hati dari berbagai kesalahan, serta menjaga dari hal-hal yang dapat menodai kesucian jiwa.
Berikut bacaan doa hari ke-23 Ramadan:
اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَطَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَامْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Latin:
Allâhumma-ghsilnî fîhi minadz dzunûb wa ṭahhirnî fîhi minal ‘uyûb wa imtaḥin qalbî fîhi bitaqwâl qulûb yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîn.
Artinya:
“Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosa. Sucikanlah diriku dari segala aib. Ujilah hatiku dengan ketakwaan, wahai Dzat yang mengampuni kesalahan orang-orang yang berdosa.”
Doa ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Ramadan menjadi waktu terbaik bagi seorang Muslim untuk memperbanyak taubat serta memperbaiki diri dari berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.
Selain memohon ampunan, doa ini juga meminta agar hati dipenuhi dengan ketakwaan. Hati yang bertakwa akan mendorong seseorang untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan serta menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Memasuki malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa dengan harapan memperoleh kemuliaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.





