CIREBON, TINTAHIJAU.com – Aparat kepolisian berhasil menghentikan aksi komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) yang selama ini meresahkan warga Cirebon. Setelah melalui proses pengintaian yang intensif, empat tersangka berhasil dibekuk, sementara dua lainnya masih dalam pelarian.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menerangkan bahwa pihaknya sejak awal memang tengah memburu kelompok spesialis pencuri kendaraan roda dua ini.
“Sebetulnya yang kita buru itu ada enam. Namun empat ini berhasil kita tangkap, dua ini berhasil melarikan diri,” kata Eko di Kota Cirebon, seperti yang dilansir dari laman detikJabar, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Penggerebekan ini bermula dari tindak lanjut atas sejumlah aduan masyarakat mengenai hilangnya sepeda motor mereka. Berbekal laporan tersebut, kepolisian segera melakukan penelusuran mendalam.
“Petugas kita melakukan lidik, kemudian akhirnya bisa mengidentifikasi beberapa pelaku pencurian motor di Kota Cirebon,” ujarnya.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti
Penangkapan berlangsung pada Kamis (12/3) malam saat pihak berwajib secara diam-diam mengikuti pergerakan para tersangka yang disinyalir tengah mencari target baru. Pengejaran pun dilakukan ketika komplotan tersebut bersiap melancarkan aksinya.
“Saat itu memang sudah diintai dan dibuntuti oleh anggota kita, sehingga dilakukan pengejaran. Untuk dua pelaku berhasil kita tangkap di daerah Pangenan, Kabupaten Cirebon. Dua pelaku lagi ini kita tangkap di wilayah Gunungjati,” kata Eko.
Dari tangan keempat pelaku yang tertangkap, petugas mengamankan sejumlah perkakas yang biasa dipakai untuk membobol sistem keamanan motor korban.
“Dari empat orang pelaku yang kita tangkap ada barang bukti kunci T dan kunci palsu,” ucap Eko.
Di sisi lain, dua tersangka yang berhasil meloloskan diri sempat membuang sebuah tas saat kabur. Saat diperiksa, tas tersebut berisi peralatan mencuri serta senjata tiruan.
“Dua orang melarikan diri, namun sudah kita identifikasi. Di dalam tas yang ditinggalkan itu kita dapati adanya kunci T, kemudian kita dapati juga pistol mainan. Nah, salah satu pelaku yang diamankan di wilayah Gunung Jati ini ada sajamnya juga, sejenis golok,” ujarnya.
Latar Belakang Pelaku
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keenam buruan ini sebenarnya terbagi menjadi dua jaringan yang berbeda, meskipun seluruhnya berasal dari satu daerah yang sama, yakni Indramayu.
“Yang empat pelaku ini diduga satu komplotan, sedangkan yang dua lagi diduga komplotan tersendiri. Tapi semuanya untuk enam-enamnya ini dari Indramayu,” kata Eko.
Eko juga menambahkan fakta bahwa keempat orang yang kini ditahan di balik jeruji besi bukanlah pemain baru. Mereka tercatat pernah dihukum karena kasus kejahatan serupa di masa lalu.
“Yang empat orang yang kita amankan ini residivis,” ujarnya.
Penindakan tegas ini merupakan respons cepat aparat guna menjawab keresahan warga Cirebon. Namun, untuk menekan angka kriminalitas secara maksimal, pihak kepolisian tetap menekankan pentingnya peran aktif warga dalam sistem keamanan lingkungan.
“Kita mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan masing-masing,” kata dia.





