Pemerintahan

Dampak Perang Panjang di Timur Tengah, Prabowo Wacanakan Pengurangan Hari Kerja untuk ASN

×

Dampak Perang Panjang di Timur Tengah, Prabowo Wacanakan Pengurangan Hari Kerja untuk ASN

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Selain silahturahmi, dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo juga berdiskusi isu terkini bersama para mantan presiden dan wapres. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU(BAYU PRATAMA S)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran pejabat Kabinet Merah Putih untuk bersiap menghadapi potensi krisis global. Instruksi ini disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin jalannya sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Fokus utama dari arahan tersebut adalah perumusan kebijakan efisiensi negara guna meredam dampak dari ancaman konflik bersenjata yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Berkaca dari Keberhasilan Penanganan Pandemi

Presiden meyakini bahwa pemerintah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan strategi penghematan ini. Sikap optimistis dari Ketua Umum Partai Gerindra tersebut didasarkan pada rekam jejak keberhasilan Indonesia saat melewati masa-masa krisis akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam.

Salah satu fokus utama penghematan yang ditekankan oleh Presiden adalah konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini dinilai krusial mengingat rantai pasokan minyak dunia saat ini tengah terguncang imbas dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.

Sebagai solusi konkret, pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai penyesuaian sistem kerja, termasuk wacana untuk memangkas jumlah hari kerja bagi para pegawai.

“Dulu kita atasi Covid, berhasil kita, dan kita mampu. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menjabarkan skenario efisiensi yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar roda pemerintahan dan ekonomi tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran negara dan konsumsi energi.

“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet, dan melaksanakan penghematan besar-besaran, mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan, dan langkah-langkah penghematan lainnya.”

Waspada Skenario Terburuk Konflik Global

Meski pemerintah menaruh harapan agar ketegangan geopolitik yang dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran ini tidak berlarut-larut, Presiden tetap meminta jajarannya untuk waspada. Ia mengakui adanya peluang bahwa situasi ini dapat berkembang menjadi perang dalam skala waktu yang panjang, sehingga kesiapan domestik harus dimatangkan sejak dini.

“Kita berharap skenario terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang,” kata Prabowo.