Megapolitan

TEGANG! Iran Balas Serangan AS, Kuwait dan Bahrain Jadi Sasaran Drone

×

TEGANG! Iran Balas Serangan AS, Kuwait dan Bahrain Jadi Sasaran Drone

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba dalam pertemuan BRICS di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). (Sumber: Manish Swarup/Associated Press)

TEHERAN, TINTAHIJAU.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Kuwait dan Bahrain pada Minggu (28/6/2026). Langkah agresif ini memicu ancaman dari Teheran untuk menghentikan total negosiasi kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri perang.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan sikap tersebut pasca-laporan penyerangan drone miliknya ke kedua negara tetangga. Berdasarkan keterangan Garda Revolusi Iran (IRGC), serangan tersebut merupakan aksi balasan langsung atas gempuran terbaru militer AS ke wilayah kedaulatan Iran.

Saling Balas di Selat Hormuz

Ketegangan ini berakar dari insiden di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026), di mana Komando Pusat AS (Centcom) meluncurkan serangan balasan ke 10 target militer Iran setelah adanya serangan terhadap kapal kargo di kawasan tersebut. Gempuran AS tersebut menyasar berbagai fasilitas vital Iran, termasuk peralatan militer, sistem komunikasi, pertahanan udara, hingga tempat penyimpanan drone. IRGC melaporkan bahwa AS setidaknya telah menyerang lima pos pantai mereka.

Namun, Iran bersikeras bahwa kontrol penuh atas Selat Hormuz berada di tangan mereka. Dalam kunjungan kenegaraannya di Bagdad, Irak, Menlu Abbas Araghchi memberikan peringatan keras kepada AS dan sekutunya.

“Segala bentuk campur tangan dalam masalah ini, segala upaya untuk membuat pengaturan baru atau terpisah dari yang saat ini dilakukan oleh Republik Islam Iran, hanya akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Menunda pembukaan kembali Selat Hormuz, dan meningkatkan tingkat ketegangan, seperti yang kita saksikan selama dua malam terakhir di Selat Hormuz yang menyebabkan peningkatan ketegangan dan konfrontasi,” tegas Araghchi.

Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain Jadi Target

Sebagai bentuk pembalasan, IRGC mengklaim telah menghujani delapan lokasi infrastruktur penting di pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait menggunakan rudal balistik dan drone. Selain itu, mereka juga mengklaim telah menghancurkan Armada Kelima Angkatan Laut (AL) AS yang berada di pelabuhan Salman, Bahrain. Kedua negara tersebut diketahui memang menjadi rumah bagi basis militer besar milik Amerika Serikat.

Meskipun demikian, pihak militer Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan menghalau dua rudal balistik serta sejumlah drone yang datang pada Minggu pagi. Beruntung, sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban luka maupun kerusakan infrastruktur di wilayah Kuwait.

Sementara itu dari Bahrain, Menteri Dalam Negeri setempat mengonfirmasi bahwa serangan udara Iran sempat mengenai dan merusak sebuah gedung pemukiman di kawasan bandara internasional. Kendati fasilitas tersebut terdampak, otoritas Bahrain memastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden mencekam tersebut.