Ragam

Polisi Subang Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewoharjo untuk Cegah Kecelakaan Pemudik

×

Polisi Subang Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewoharjo untuk Cegah Kecelakaan Pemudik

Sebarkan artikel ini


SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Aparat kepolisian menertibkan aktivitas penyapu koin di sekitar Jembatan Sewoharjo, perbatasan Subang–Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). Penertiban dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran arus mudik di jalur Pantura.


Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan warga terlihat berjajar di sepanjang bahu jalan kawasan Jembatan Sewoharjo, mulai dari wilayah Pusakajaya, Subang hingga Sukra, Indramayu. Mereka membawa ranting pohon untuk menyapu koin yang dilempar pengguna jalan.


Aktivitas tersebut diperkirakan akan meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran, khususnya pada H-4 hingga H-1, saat pemudik sepeda motor mulai memadati jalur Pantura.


Untuk mengantisipasi kemacetan dan risiko kecelakaan, jajaran Polres Subang mendapat bantuan dari Detasemen Perintis Korps Sabhara Baharkam Polri dalam menertibkan para penyapu koin selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya hingga 25 Maret 2026.


Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdijachlan, mengatakan pihaknya bersama personel Den Perintis Korps Sabhara Baharkam Polri akan terus melakukan patroli dan penertiban di kawasan tersebut.


“Kami dari Polsek Pusakanagara dibantu Den Perintis Korps Sabhara Baharkam Polri akan terus menertibkan para penyapu koin di Jembatan Sewoharjo agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Jusdijachlan.


Menurutnya, aktivitas penyapu koin tidak hanya mengganggu kelancaran arus kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan baik bagi pemudik maupun warga yang berada di jalan.


“Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, aktivitas ini juga sangat berbahaya bagi pengguna jalan maupun penyapu koin itu sendiri. Karena itu mulai hari ini kami lakukan penertiban agar arus kendaraan pemudik tetap lancar,” katanya.


Sementara itu, Danton Perintis Korps Sabhara Baharkam Polri, Ipda Taryana, menyebut aktivitas penyapu koin merupakan fenomena yang sudah berlangsung puluhan tahun di kawasan tersebut.


“Dengan sapu khasnya, mereka biasanya memenuhi bahu jalan sekitar jembatan untuk menyambut pengguna jalan yang menaburkan uang,” ungkapnya.


Namun seiring meningkatnya volume kendaraan saat musim mudik, petugas harus melakukan pendekatan persuasif agar warga tidak melakukan aktivitas tersebut selama arus mudik dan balik Lebaran.


“Kami terus melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas menyapu koin karena berisiko terhadap keselamatan pemudik maupun penyapu koin itu sendiri,” tegasnya.