JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Saat momen hari raya, kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum pasti sudah sangat akrab di telinga kita. Kalimat ini bukan sekadar tren saat Lebaran, melainkan sebuah doa indah agar seluruh amal ibadah kita—terutama selama bulan suci Ramadan—diterima oleh Allah SWT.
Tahukah kamu? Tradisi saling mendoakan dengan kalimat ini ternyata bukan budaya baru, lho. Mengutip dari berbagai catatan sejarah Islam, kebiasaan ini sudah dipraktikkan langsung oleh para sahabat Rasulullah SAW setiap kali mereka bersilaturahmi di hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Mari kita bahas lebih dalam mengenai ragam versinya, cara menjawab, hingga waktu yang pas untuk mengucapkannya!
Jejak Tradisi dari Zaman Rasulullah SAW
Kebiasaan mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum punya landasan sejarah yang kuat berdasarkan beberapa riwayat hadits. Berikut adalah buktinya:
Riwayat Pertama (dari HR Baihaqi)
عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ: لَقِيتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، قَالَ وَاثِلَةُ: لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ
Artinya: Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata, “Aku bertemu Watsilah bin Asqa’ pada hari Raya. Aku katakan padanya: Taqabbalallahu minna wa minka. Watsilah menanggapi, ‘Aku pernah bertemu Rasulullah SAW pada hari raya, lantas aku katakan ‘Taqabbalallahu minna wa minka’. Beliau menjawab, ‘Ya, Taqabbalallahu minna wa minka.’ (HR Baihaqi)
Riwayat Kedua (dari Fathul Bari)
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .
Artinya: Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa pada hari raya, mereka saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum.”
5 Versi Ucapan Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Ternyata, kalimat doa ini punya beberapa variasi yang bisa kamu sesuaikan saat berkirim pesan Lebaran. Berikut 5 versinya:
- Versi Pertama (Singkat & Padat)
- Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
- Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum
- Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
- Versi Kedua (Dengan Tambahan Asmaul Husna)
- Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ
- Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal ya karim
- Artinya: “Semoga Allah menerima amal kita semua, wahai Yang Maha Mulia.”
- Versi Ketiga (Fokus pada Ibadah Puasa)
- Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ
- Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum
- Artinya: “Semoga Allah menerima puasa kita semua.”
- Versi Keempat (Doa Kesempurnaan Amal)
- Arab: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك
- Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum wa ahalahullahu ‘alaik
- Artinya: “Semoga Allah menerima amal kita dan menyempurnakannya untukmu.”
- Versi Kelima (Paling Lengkap & Populer di Indonesia)
- Arab: تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم جعلنا الله وإياكم من العائدين و الفائزين كل عام و أنتم بخير
- Bacaan latin: Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin kullu ‘aamin wa antum bi khair
- Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah kita, menjadikan kita termasuk orang yang kembali suci dan meraih kemenangan, serta selalu dalam kebaikan setiap tahun.”
Bagaimana Cara Menjawabnya?
Karena ucapan ini sejatinya adalah sebuah doa yang baik, maka cara terbaik meresponsnya adalah dengan mengaminkan dan mendoakan hal yang sama.
Kamu cukup menjawab dengan mengulang kalimat tersebut. Praktik ini dicontohkan oleh ulama besar Hasan Al Bashri yang membalas ucapan serupa dengan mengatakan: “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka” yang berarti “Ya, semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kamu”.
Kapan Waktu Terbaik Mengucapkannya?
Momen paling ideal untuk melontarkan ucapan ini adalah sepanjang suasana hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha.
Tidak ada aturan baku jam berapa doa ini harus diucapkan. Selama kamu sedang bersilaturahmi dalam nuansa perayaan Lebaran—baik saat bertatap muka langsung, lewat video call, atau sekadar berbalas chat WhatsApp—kalimat ini sangat pantas dan relevan untuk digunakan.
Ide Merangkai Ucapan Lebaran
Biar tidak bingung, ini beberapa ide cara menyisipkan doa tersebut ke dalam pesan Lebaranmu:
“Selamat Lebaran. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga kita kembali suci.”
“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal kita.”
“Selamat Lebaran. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.”
“Eid Mubarak. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.”
“Selamat Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”





