Majalengka, TINTAHIJAU.com – Perjalanan liburan sebuah keluarga asal Karawang berubah menjadi duka mendalam setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tragis di jalur Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Senin malam (23/3/2026).
Di dalam kendaraan Isuzu Elf Microbus itu, terdapat 21 orang yang sebelumnya merencanakan perjalanan sederhana: bersilaturahmi ke keluarga di Ciamis, lalu melanjutkan liburan ke Pangandaran. Namun, takdir berkata lain.
Di tengah perjalanan malam yang berkabut, kendaraan yang mereka tumpangi terguling setelah diduga pengemudi kehilangan kendali di jalan menurun dan tikungan tajam.
Suasana hangat yang sebelumnya dipenuhi canda keluarga mendadak berubah menjadi kepanikan. Jeritan dan tangis pecah di lokasi kejadian.
Sebagian penumpang terjebak di dalam kendaraan yang terbalik, sementara lainnya berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan berkabut tebal.
Salah satu penumpang selamat, Silvia Azhari, masih mengingat jelas detik-detik mencekam tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa rombongan telah menempuh perjalanan panjang sejak Karawang dan sempat beristirahat di Ciamis sebelum melanjutkan perjalanan malam.
“Kami hanya ingin liburan bersama keluarga. Tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini,” ujarnya dengan suara bergetar.
Tragedi ini merenggut enam nyawa.
Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Duka mendalam menyelimuti keluarga yang ditinggalkan, sementara 13 korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka.
Kapolres Majalengka, Rita Suwadi, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat menempuh perjalanan jauh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelelahan, kondisi cuaca, serta medan jalan yang ekstrem dapat menjadi faktor risiko serius di perjalanan.
Di balik angka korban dan data kecelakaan, tersimpan kisah pilu keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta dalam sekejap.
Kini, perjalanan yang semula direncanakan penuh kebahagiaan itu meninggalkan luka mendalam—bukan hanya bagi korban selamat, tetapi juga bagi keluarga besar yang harus menerima kenyataan pahit di penghujung perjalanan mereka.





