Megapolitan

Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Letjen Yudi Abrimantyo Serahkan Jabatan Kabais TNI

×

Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Letjen Yudi Abrimantyo Serahkan Jabatan Kabais TNI

Sebarkan artikel ini
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah (tengah) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026). Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut telah dilakukan penyerahan jabatan Kabais, Letjen TNI Yudi Abrimantyo buntut kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS. (Sumber: Tangkap layar KompasTV.)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi bahwa Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Rabu (25/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul dugaan keterlibatan oknum anggota Bais TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

“Hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. Kami perlu sampaikan di sini sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujar Mayjen Aulia dalam keterangannya sepertiyang dilansir dari laman KompasTV, dikutip Kamis (26/3/2026).

Meski demikian, pihak Mabes TNI belum memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai status definitif penyerahan jabatan tersebut, termasuk apakah Letjen Yudi secara resmi dicopot dari posisinya atau ada penempatan lain.

Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka
Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah bergerak cepat dalam mengusut kasus penganiayaan berat ini. Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat oknum anggota TNI yang bertugas di Detasemen Markas (Denma) Bais TNI.

“Tadi pagi saya telah menerima dari Dandenma BAIS TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Mayjen Yusri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3).

Keempat tersangka tersebut memiliki latar belakang pangkat dan matra yang berbeda, terdiri dari tiga perwira dan satu bintara, yaitu:

  1. Kapten NDP
  2. Lettu SL
  3. Lettu BHW
  4. Serda ES

Mayjen Yusri menambahkan bahwa para tersangka berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Kasus ini mendapat perhatian serius dari tingkat tertinggi pemerintahan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar aktor di balik penyiraman air keras tersebut diungkap secara tuntas, termasuk mencari tahu siapa pihak yang memberikan perintah atau dalang di balik aksi keji tersebut.

Andrie Yunus, yang merupakan aktivis hak asasi manusia dari KontraS, menjadi korban penyiraman air keras yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas advokasinya. Saat ini, Puspom TNI masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik keterlibatan para anggota intelijen tersebut.