Megapolitan

BMKG Angkat Bicara Usai Angin Kencang Robohkan Papan Reklame dan Timpa Kendaraan di Bandung

×

BMKG Angkat Bicara Usai Angin Kencang Robohkan Papan Reklame dan Timpa Kendaraan di Bandung

Sebarkan artikel ini
Reklame Tumbang di Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada Sabtu (28/3). Insiden ini menyebabkan kerusakan material yang cukup serius, di mana tiga papan reklame besar tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan milik warga.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua titik reklame yang tumbang berada di ruas Jalan Soekarno-Hatta, sementara satu titik lainnya berada di kawasan Jalan Buahbatu. Reruntuhan besi reklame raksasa tersebut dilaporkan sempat menghambat arus lalu lintas dan mengakibatkan kerusakan pada mobil yang tengah melintas maupun yang sedang terparkir di lokasi kejadian.

Selain Kota Bandung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat wilayah lain seperti Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, hingga Kuningan juga mengalami kondisi serupa.

Analisis BMKG

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa anomali cuaca ini dipicu oleh suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia, sehingga suplai uap air meningkat tajam. Hal ini menyebabkan terbentuknya area konvergensi dan belokan angin di Jawa Barat.

“Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan konvektif yang masif, ditambah dengan aktifnya gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby serta kelembapan udara yang sangat tinggi,” ujar Teguh Rahayu atau yang akrab disapa Ayu, seperti yang dilansir dari laman detikJabar Minggu (28/3).

Ayu menambahkan, berdasarkan pantauan citra radar, bibit awan konvektif yang memicu hujan sedang hingga sangat lebat terpantau muncul pada siang menjelang sore hari. Tingkat labilitas atmosfer yang berada pada kategori sedang hingga kuat menjadi pemicu utama pertumbuhan awan-awan tersebut secara lokal.

Imbauan Kewaspadaan

Pihak BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Ciri utama yang perlu diwaspadai adalah munculnya awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti kembang kol berwarna gelap dan menjulang tinggi.

“Kami mengimbau warga untuk berlindung di tempat tertutup saat terjadi angin kencang dan petir. Hindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau papan reklame yang berisiko roboh,” tegas Ayu.

Bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam atau pegunungan, BMKG mengingatkan potensi longsor jika hujan turun berturut-turut. Sementara warga di dataran rendah diminta mewaspadai potensi banjir rob maupun genangan.

Pihak BMKG memprakirakan potensi hujan lokal disertai angin kencang masih akan terjadi dalam satu hingga tiga hari ke depan di wilayah Bandung Raya dan beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian timur.