Pemerintahan

Pererat Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo Temui Vladimir Putin di Kremlin

×

Pererat Hubungan Bilateral, Presiden Prabowo Temui Vladimir Putin di Kremlin

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo bersama Vladimir Putin | Foto: Sekretaris Negara RI

MOSKOW, TINTAHIJAU.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan strategis ke Istana Kremlin, Rusia, pada Senin (13/4). Pertemuan tatap muka dengan Presiden Vladimir Putin tersebut menjadi momentum krusial untuk memperkuat diplomasi serta memperluas cakupan kerja sama antara Jakarta dan Moskow di tengah dinamika politik global.

Simbol Kehangatan dan Toleransi

Dalam suasana yang akrab, Presiden Prabowo mengawali pertemuan dengan menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada rakyat Rusia. Selain itu, ia juga memberikan selamat atas peringatan Hari Kosmonautika yang jatuh pada 12 April.

Menariknya, Prabowo menyoroti pengaruh besar pencapaian antariksa Rusia terhadap masyarakat Indonesia. Ia menceritakan bahwa banyak orang tua di Indonesia memberikan nama tokoh antariksa Rusia, seperti Yuri dan Gagarin, kepada anak-anak mereka sebagai bentuk kekaguman.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Putin memberikan apresiasi yang mendalam. Ia merasa terkesan atas ucapan Paskah yang datang langsung dari pemimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Putin menegaskan bahwa Rusia merupakan negara multikonvensional yang menjunjung tinggi toleransi dan merayakan keberagaman agama bersama-sama.

Akselerasi Kerja Sama Sektor Strategis

Di luar diplomasi budaya, kedua pemimpin fokus membahas penguatan ikatan bilateral di berbagai bidang prioritas. Sektor-sektor yang menjadi bahasan utama meliputi ekonomi, energi, pertanian, industri, farmasi, hingga teknologi antariksa.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan Rusia terhadap posisi Indonesia di kancah internasional, termasuk proses keanggotaan Indonesia dalam BRICS. Meski mencatat kemajuan pesat di hampir semua bidang, Prabowo mengakui masih ada beberapa area yang membutuhkan percepatan.

Guna memastikan kerja sama berjalan efektif, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan secara langsung. Ia menyatakan akan menangani secara pribadi isu-isu yang memerlukan penanganan cepat, khususnya yang berkaitan dengan hubungan moneter antara kedua negara agar implementasinya memberikan manfaat maksimal.

Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang BRICS

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Putin memaparkan data positif terkait kemitraan ekonomi kedua negara. Sepanjang tahun lalu, volume perdagangan Indonesia-Rusia berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 12,5 persen.

Putin optimistis bahwa bergabungnya Indonesia dalam BRICS akan membuka pintu peluang yang lebih lebar untuk memperdalam interaksi strategis. Ia meyakini sinergi ini akan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Dalam kunjungan resmi ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh delegasi tingkat tinggi, di antaranya:

  • Menteri Luar Negeri, Sugiono;
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia;
  • Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran jajaran menteri ini menegaskan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menindaklanjuti berbagai poin kesepakatan yang telah dicapai di Istana Kremlin.

Sumber: ANTARANews