Pemerintahan

Tegas! Begini Kata Prabowo Usai Berhentikan Boss BGN

×

Tegas! Begini Kata Prabowo Usai Berhentikan Boss BGN

Sebarkan artikel ini
Foto: Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan Layar Youtube Partai Solidaritas Indonesia)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara tidak akan pernah ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang berani menyalahgunakan amanah serta kepercayaan rakyat.

Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat. Di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur program, dan para mitra, Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga integritas.

Langkah konkret kelancaran program ditunjukkan dengan keputusan besar Presiden Prabowo yang merombak total struktur pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

  • Pejabat yang Dicopot: Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN) beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
  • Pejabat Baru: Nanik S. Deyang resmi ditunjuk dan diangkat menjadi Kepala BGN yang baru.

Hanya berselang sehari setelah resmi dicopot dari jabatannya, Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pada program nasional tersebut.

Prabowo mengakui bahwa keputusan untuk mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya telah diberi kepercayaan penuh ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah bagi dirinya.

Untuk memastikan program ke depan berjalan bersih dan tepat sasaran sesuai tujuan awal, Presiden menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan serta aparat penegak hukum. Pemerintah menutup rapat segala ruang bagi penyimpangan.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri, dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas Prabowo dalam keterangan resmi, seperti yang dimuar dari laman detikcom, Rabu (3/6/2026).

Dalam menghadapi keraguan serta situasi sulit saat mengambil keputusan besar ini, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengaku selalu memegang teguh pesan dari almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Pesan mendalam dari sang ayah selalu menjadi kompas moral bagi Prabowo untuk tetap teguh berdiri membela kepentingan masyarakat luas.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengenang nasihat sang ayah.