Megapolitan

Polisi Periksa Tujuh Saksi Kunci Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

×

Polisi Periksa Tujuh Saksi Kunci Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Track record taksi Green SM disorot-jambi-independent-Disway

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Pada Kamis (30/4/2026), polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap tujuh orang saksi dari Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopska) 1 wilayah Manggarai.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa sejauh ini total 24 orang telah dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut. “Penyidik telah memeriksa 24 orang dan 7 orang saat ini sedang dilakukan permintaan keterangan,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta.

Ketujuh orang yang diperiksa hari ini merupakan unsur krusial dalam operasional perjalanan kereta api, meliputi Kepala Pusat Pengendali (Kapusdal), Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL Commuter, serta masinis dan asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek, hingga pihak pengendali.

Budi menegaskan bahwa proses permintaan keterangan masih berlangsung. “Kami meyakini Polda Metro Jaya akan menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” tuturnya.

Selain pihak internal perkeretaapian, perhatian penyidik juga tertuju pada pengemudi taksi online Green SM berinisial RRP yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap fakta bahwa RRP baru saja memulai pekerjaannya pada 25 April 2026, atau hanya dua hari sebelum kecelakaan terjadi.

Lebih lanjut, RRP mengaku hanya menjalani pelatihan selama satu hari sebelum mulai beroperasi. Materi pelatihan tersebut pun hanya mencakup hal-hal dasar seperti cara menghidupkan dan mematikan mesin, penggunaan lampu sein, serta teknik parkir.

“Ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” pungkas Budi terkait kaitan antara minimnya pelatihan sopir dengan kronologi kecelakaan di lapangan.

Sumber: KOMPAS