Megapolitan

Bus MGI dan Truk Tabrakan di Tol Cipularang KM 101, Jalur Arah Bandung Macet Total hingga 20 Kilometer

×

Bus MGI dan Truk Tabrakan di Tol Cipularang KM 101, Jalur Arah Bandung Macet Total hingga 20 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus MGI jurusan Bandung-Cileungsi dan sebuah truk terjadi di ruas Tol Cipularang KM 101, Kabupaten Purwakarta, hari ini Sabtu 13 Juni 2026 sekira pukul 08.00 WIB. /Dok Jasa Marga

PURWAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kecelakaan lalu lintas parah kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, tepatnya di Kilometer (KM) 101, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (13/6) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah bus angkutan umum MGI jurusan Bandung-Cileungsi dan satu unit truk, yang mengakibatkan kelumpuhan arus lalu lintas, terutama yang mengarah ke Kota Bandung.

Menurut laporan langsung dari Arie, seorang warga yang melintas di lokasi kejadian, posisi kedua kendaraan pascatabrakan berada di lajur yang saling berlawanan. Bus MGI dilaporkan terhenti dan melintang tepat di atas pembatas lajur tol arah Jakarta, sementara truk yang terlibat berada di seberangnya, yakni di pinggir jalur yang menuju ke arah Bandung.

“Posisi bus masih berada di pembatas lajur tol. Busnya MGI jurusan Bandung-Cileungsi, sementara posisi truk di seberang. Kalau MGI masih di tengah, truk arah Bandung, dan MGI arah Jakarta,” ujar Arie saat memberikan keterangan On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu (13/6/2026).

Kondisi posisi kendaraan yang melintang tersebut menjadi penyebab utama tersendatnya arus kendaraan dari kedua arah, dengan dampak kemacetan terparah dirasakan oleh arus lalu lintas menuju Bandung.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian setempat sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi badan kendaraan yang terlibat kecelakaan pun terus diupayakan guna mengurai kepadatan. Di sekitar lokasi kejadian, sebuah armada ambulans juga telah disiagakan. Kendati demikian, berdasarkan pengamatan visual saksi mata di lapangan, tidak terlihat adanya penumpang atau korban yang sedang mendapatkan penanganan medis secara darurat di bahu jalan.

Dampak ekor dari kecelakaan ini memicu kemacetan yang luar biasa. Untuk kendaraan yang menuju arah Jakarta, antrean dilaporkan mengular sekitar 500 meter menjelang KM 101. Arus ke arah ibu kota tersebut relatif masih dapat bergerak lambat lantaran posisi bus tertahan di lajur tengah pembatas jalan.

Sebaliknya, kelumpuhan hebat terjadi pada jalur arah sebaliknya. Kemacetan panjang mengular dari titik kecelakaan hingga mencapai KM 80. Berdasarkan kalkulasi di lapangan, antrean kendaraan telah mencapai panjang sekitar 20 kilometer akibat dampak langsung dari insiden tersebut.

Faktor cuaca diduga ikut memengaruhi terjadinya kecelakaan ini. Arie menambahkan bahwa kondisi cuaca di sekitar Tol Cipularang KM 101 saat peristiwa terjadi terpantau berkabut tebal dan disertai guyuran hujan, yang otomatis menurunkan jarak pandang para pengemudi.

Mengingat kemacetan arah Bandung yang tidak bergerak sama sekali, pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari jebakan macet. “Lalin tidak bergerak sama sekali akibat kecelakaan tersebut. Sebaiknya dihindari, bisa keluar di pintu tol terdekat,” pungkas Arie.