Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Pergantian kepemimpinan di Universitas Majalengka (Unma) resmi memasuki babak baru. Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) menetapkan Dr Otong Syuhada, MH sebagai Rektor Unma periode 2026–2030.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Pengurus YPPM Nomor 06/KEP/YPPM/V/2026 tertanggal 9 Mei 2026, usai seluruh rangkaian seleksi calon rektor rampung digelar.
Ketua Pengurus YPPM, Komjen Pol (Purn) Dr H Nanan Soekarna, menegaskan proses pemilihan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Mulai dari tahap penjaringan hingga penetapan, seluruhnya diklaim berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi prinsip profesionalitas.
“Proses ini mengedepankan objektivitas, independensi, serta transparansi. Semua tahapan dilaksanakan sesuai regulasi dan statuta universitas,” ujar Nanan, Sabtu (9/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa penetapan rektor tidak sekadar formalitas administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga legitimasi dan marwah institusi. Nilai integritas, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kepemimpinan kampus ke depan.
Rapat pleno penetapan rektor digelar terbuka dan dihadiri berbagai unsur civitas akademika, mulai dari pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga organisasi kemahasiswaan. Keterlibatan banyak pihak ini dinilai sebagai bentuk komitmen YPPM dalam membangun tata kelola kampus yang partisipatif.
Dalam keputusan tersebut, Otong Syuhada diberikan mandat penuh untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan tinggi di Unma, termasuk kewenangan dalam penataan struktur organisasi dan pelantikan pejabat di lingkungan kampus.
YPPM juga menyatakan siap mengawal dan mendukung proses transisi kepemimpinan, termasuk jika dibutuhkan dalam penguatan kelembagaan universitas. Rencananya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Rektor Unma periode 2026–2030 akan dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, di kampus setempat.
Nanan menilai tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, dan kemampuan membangun kolaborasi.
“Ini momentum bersama untuk menjaga kondusivitas kampus dan mendukung kepemimpinan baru agar Unma terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bermartabat,” tandasnya.





