Keluarga

Saat Anak Menangis dan Berguling di Lantai, Ini Cara Tenang Menghadapi Toddler Tantrum

×

Saat Anak Menangis dan Berguling di Lantai, Ini Cara Tenang Menghadapi Toddler Tantrum

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Menghadapi toddler tantrum memang sering membuat orang tua kewalahan.

Apalagi ketika anak tiba-tiba menangis keras, berteriak, bahkan berguling di lantai saat keinginannya tidak dituruti.

Situasi seperti ini kerap terjadi pada anak usia 1–3 tahun karena mereka belum mampu mengungkapkan emosi dengan baik.

Meski melelahkan, tantrum sebenarnya adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak.

Yang paling penting bukan seberapa sering tantrum terjadi, tetapi bagaimana orang tua meresponsnya.

Berikut beberapa cara tenang menghadapi toddler tantrum yang bisa dicoba di rumah.

1. Jangan Ikut Terbawa Emosi
Saat anak menangis keras, orang tua sering refleks membentak atau memarahi. Padahal, respons emosional justru membuat tantrum semakin panjang.

Cobalah menarik napas dan tetap berbicara dengan suara tenang.
Anak biasanya akan lebih cepat mereda ketika melihat orang tuanya tidak ikut panik.

2. Pastikan Anak Aman
Jika anak berguling di lantai atau memukul benda di sekitarnya, segera pastikan area tetap aman. Jauhkan barang berbahaya dan dampingi anak tanpa perlu memaksa menghentikan tangisnya saat itu juga.
Kadang anak hanya membutuhkan waktu untuk meluapkan emosinya.

3. Jangan Langsung Menuruti Semua Keinginan
Memberikan apa pun yang diminta anak demi menghentikan tangisan memang terasa praktis. Namun jika terus dilakukan, anak bisa menganggap tantrum adalah cara efektif untuk mendapatkan keinginannya.
Tetaplah konsisten dengan aturan yang sudah dibuat.

4. Peluk dan Validasi Perasaannya
Setelah emosi anak mulai menurun, cobalah memeluk atau mengusap punggungnya. Katakan kalimat sederhana seperti, “Kakak sedang marah ya?” atau “Adik sedih karena tidak boleh main lagi?”
Kalimat seperti ini membantu anak merasa dipahami.

5. Alihkan Perhatian Secara Perlahan
Pada beberapa kondisi, mengalihkan perhatian bisa membantu meredakan tantrum. Misalnya mengajak melihat sesuatu yang menarik, membaca buku, atau berjalan sebentar ke luar rumah.
Cara ini cukup efektif terutama pada anak usia balita.

Menghadapi toddler tantrum memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun dengan sikap yang tenang dan konsisten, anak perlahan akan belajar mengenali serta mengelola emosinya sendiri.