Pemerintahan

Menuju Era Baru, Subang Siapkan 7 Strategi Harmoni Industri dan Pertanian

×

Menuju Era Baru, Subang Siapkan 7 Strategi Harmoni Industri dan Pertanian

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Kabupaten Subang terus memantapkan langkah menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Di bawah payung Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana, Subang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis nasional dengan dukungan Pelabuhan Internasional Patimban dan pengembangan kawasan industri.

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar mengatakan, transformasi besar menuju industrialisasi harus tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan daerah.

“Subang didesain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun pembangunan ini harus tetap menjaga identitas Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang seimbang bagi sektor industri maupun agraris,” ujar Iwan.

Menurutnya, hasil analisis BP4D Kabupaten Subang yang selaras dengan Draft Masterplan Pengembangan Kawasan Rebana menunjukkan bahwa percepatan investasi dan industrialisasi harus dibarengi kesiapan wilayah serta penguatan sumber daya manusia lokal.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Subang menyiapkan tujuh langkah strategis utama.
Pertama, penataan ruang wilayah dilakukan secara jelas guna memisahkan sekaligus menyinergikan kawasan industri, permukiman, dan kawasan strategis lainnya secara proporsional.

Kedua, Pemkab Subang berkomitmen mempertahankan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) agar tidak beralih fungsi. Modernisasi pertanian juga akan terus dilakukan untuk menjaga posisi Subang sebagai salah satu sentra padi nasional.

Ketiga, pemerintah menyiapkan hunian pekerja yang layak dan terjangkau di sekitar kawasan industri guna mendukung produktivitas tenaga kerja tanpa mengganggu lahan produktif pertanian.

Keempat, penyediaan air bersih menjadi perhatian utama untuk memenuhi kebutuhan industri, masyarakat, hingga irigasi pertanian secara merata dan berkelanjutan.

Kelima, pengendalian banjir rob dan pembangunan infrastruktur pantai juga menjadi prioritas, khususnya di kawasan pesisir Pantura yang memiliki peran strategis dalam logistik dan budidaya perikanan.

Keenam, Pemkab Subang akan memperkuat mitigasi lingkungan melalui pengawasan AMDAL yang ketat guna mencegah pencemaran dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketujuh, penguatan sumber daya manusia lokal dilakukan melalui pengembangan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), hingga pembekalan teknologi agribisnis modern bagi generasi muda tani.

Iwan menegaskan, sinergi antara regulasi pusat, perencanaan wilayah yang matang, dan kesiapan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi Subang di masa depan.

“Subang harus maju secara ekonomi, tetapi tetap mempertahankan karakter sebagai daerah pangan. Dengan keseimbangan itu, Subang siap menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.