SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kondisi ruang kelas sekolah dasar di Kabupaten Subang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang tahun 2025, terdapat lima kecamatan dengan tingkat kerusakan ruang kelas SD tertinggi di atas 60 persen.
Kecamatan Cisalak menempati posisi pertama dengan tingkat kerusakan mencapai 76,69 persen. Disusul Kecamatan Pusakanagara sebesar 64,33 persen dan Kecamatan Binong 63,95 persen.
Sementara itu, Kecamatan Tanjungsiang berada di posisi keempat dengan angka 60,65 persen, diikuti Kecamatan Cikaum sebesar 60,58 persen.
Tingginya angka kerusakan ruang kelas tersebut menjadi tantangan bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Subang. Kondisi ruang belajar yang kurang layak dinilai dapat memengaruhi kenyamanan serta efektivitas kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas rusak di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Subang.
Hal itu disampaikan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita saat menghadiri Pelantikan Pejabat Fungsional dan Penugasan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Selasa (19/05/2026), di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang.
Menurut Kang Rey, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pembangunan yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Subang. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk berkolaborasi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Subang.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memperbaiki sarana pendidikan, Pemkab Subang telah menyiapkan anggaran Rp28 miliar guna memperbaiki ruang kelas yang kondisinya rusak dan kurang layak.
“28 miliar saya anggarkan untuk merehab ruang kelas rusak. Semoga di akhir masa jabatan saya tidak ada lagi ruang kelas SD SMP tidak layak. Saya harap seluruh fasilitas penunjang sudah diperbaiki. Saya ingin anak kita bisa menimba ilmu dengan aman dan nyaman tanpa pusing mikir hujan dan kepanasan,” tegas Kang Rey.
Ia berharap, melalui perbaikan fasilitas tersebut para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman. Bahkan, Kang Rey menargetkan tidak ada lagi ruang kelas rusak di jenjang SD dan SMP pada akhir masa jabatannya.





