Olahraga

Ketika Putra Subang Membawa Persib Menjadi Raja Liga Indonesia

×

Ketika Putra Subang Membawa Persib Menjadi Raja Liga Indonesia

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Di tengah euforia hattrick juara Persib Bandung musim 2025/2026, publik Subang punya alasan tersendiri untuk ikut bangga.

Sebab, jauh sebelum era Persib sekarang, putra-putra terbaik asal Kabupaten Subang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah kejayaan Maung Bandung saat menjuarai Liga Indonesia pertama musim 1994/1995.

Tiga pemain asal Subang tercatat ikut mengantarkan Persib Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia edisi perdana. Mereka adalah Kekey Zakaria asal Jalancagak, Anwar Sanusi asal Subang Kota, dan Mulyana asal Tanjungsiang.

Ketiganya menjadi bagian skuad legendaris Persib Bandung asuhan pelatih Indra Thohir yang sukses menorehkan sejarah dengan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995 setelah mengalahkan Petrokimia Putra di partai final.

Kekey Zakaria dikenal sebagai penyerang lincah yang menjadi andalan lini depan Persib di era 1990-an. Pemain asal Jalancagak itu ikut membawa Persib meraih gelar juara Perserikatan 1993/1994 dan Liga Indonesia 1994/1995.

Sementara Anwar Sanusi menjadi sosok penting di bawah mistar gawang Persib. Kiper asal Subang Kota itu tampil impresif dan dipercaya menjadi penjaga gawang utama Persib pada musim bersejarah tersebut. Nama Anwar Sanusi bahkan masuk dalam daftar starter final Liga Indonesia 1995.

Di lini belakang, ada Mulyana, bek tangguh asal Tanjungsiang yang menjadi bagian pertahanan kokoh Persib bersama Robby Darwis dan Yadi Mulyadi. Mulyana juga tercatat tampil di final Liga Indonesia perdana saat Persib memastikan gelar juara.

Keberhasilan Persib saat itu menjadi catatan emas sepak bola Indonesia. Persib bukan hanya juara kompetisi pertama Liga Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola lokal dengan skuad yang mayoritas dihuni pemain asli Indonesia tanpa banyak pemain asing.

Kini, ketika Persib kembali mencatat sejarah dengan hattrick juara, kisah tiga putra Subang tersebut kembali menjadi nostalgia manis bagi masyarakat Subang dan Bobotoh.

Mereka bukan sekadar pemain, tetapi bagian dari sejarah besar Persib Bandung yang tak akan pernah dilupakan.