Megapolitan

Pengamanan Dinilai Longgar, Sejumlah Pemain Persib Jadi Korban Keusilan Oknum Saat Konvoi

×

Pengamanan Dinilai Longgar, Sejumlah Pemain Persib Jadi Korban Keusilan Oknum Saat Konvoi

Sebarkan artikel ini
Pemain Persib Bandung, Andrew Jung | Foto: Official Persib

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung yang digelar pada Minggu (24/5) diwarnai sejumlah insiden kurang menyenangkan. Di tengah lautan bobotoh yang memadati jalanan kota Bandung, aksi konvoi yang semula diharapkan berjalan tertib justru dinilai kurang kondusif akibat minimnya pengamanan berlapis bagi para pemain dan official tim.

Kepadatan massa dan saking dekatnya jarak antara suporter dengan kendaraan tim membuat situasi rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Beberapa punggawa Pangeran Biru dilaporkan menjadi korban tindakan kriminal hingga pelecehan kenyamanan fisik.

Berikut adalah beberapa insiden yang menimpa tim Persib selama konvoi berlangsung:

  • Kehilangan Barang Berharga: Frans Putros dilaporkan harus kehilangan telepon genggamnya (HP) yang raib di tengah kerumunan massa saat konvoi sedang berjalan.
  • Pelecehan Kenyamanan Fisik: Pemain asing Persib, Barba, tampak meluapkan amarahnya setelah berulang kali dipegang-pegang secara berlebihan oleh oknum suporter yang mencoba mendekat tanpa memedulikan batas privasi.
  • Sikap Kurang Terpuji kepada Pelatih: Sang juru taktik, Bojan Hodak, juga tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pelatih asal Kroasia ini sangat marah ketika bajunya disiram air oleh oknum di jalanan hingga basah kuyup.
  • Pencurian Aksesoris Pemain: Ketegangan juga menimpa Andrew Jung. Melalui potongan video dan informasi yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun @andrewcadabra, ia tampak sangat marah setelah kacamata yang dikenakannya tiba-tiba diambil paksa oleh orang tidak dikenal di tengah konvoi.

“Naon maksud kos kitu, Maling koplok 😤👊🏽,” tulis narasi yang beredar di jagat maya, menggambarkan kekecewaan mendalam atas tindakan kriminal yang mencoreng hari bahagia tersebut.

Evaluasi Manajemen Pengamanan

Banyak pihak menyayangkan longgarnya barikade keamanan di sekitar bus atau kendaraan yang membawa pemain. Kurangnya pengamanan berlapis membuat para pemain langsung bersentuhan dengan massa tanpa adanya jarak aman.

Meski pesta juara ini disambut antusias luar biasa oleh warga Bandung, rentetan insiden ini menjadi catatan penting bagi pihak panitia penyelenggara dan aparat keamanan di masa mendatang agar memberikan proteksi yang lebih ketat kepada tim, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.