JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap untuk kembali menyelenggarakan razia lalu lintas skala besar di seluruh wilayah Indonesia. Agenda rutin tahunan yang bertajuk Operasi Patuh 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan penuh, terhitung mulai tanggal 8 hingga 21 Juni mendatang.
Pada pelaksanaan tahun ini, kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap fenomena pengendara nakal yang sengaja memanipulasi tanda nomor kendaraan mereka. Salah satu target utama yang bakal diincar oleh petugas di lapangan adalah kendaraan bermotor yang pelat nomornya ditutup atau disamarkan oleh pemiliknya dengan tujuan untuk menghindari jepretan kamera tilang berbasis elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Fokus pada Penegakan Hukum Berbasis Digital
Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Aries Syahbudin, menyampaikan bahwa Operasi Patuh 2026 ini akan digelar secara serentak oleh seluruh Polda jajaran di tiap-tiap provinsi. Meski dikomandoi secara terpusat, pelaksanaan di lapangan nantinya tetap akan disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi kerawanan lalu lintas di masing-masing daerah.
Aries menjelaskan bahwa esensi dari Operasi Patuh kali ini berfokus pada transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas. Melalui pendekatan modern tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk patuh dan tertib hukum saat berkendara di jalan raya dapat semakin meningkat.
“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujarnya dalam apel, dikutip Selasa (26/5).
Berbagai Modus Pelanggaran Pelat Nomor Jadi Sasaran Utama
Pihak kepolisian mengidentifikasi adanya berbagai modus yang kerap digunakan oknum pengendara untuk mengelabui sistem pengawasan digital. Aries menyebutkan bahwa segala bentuk pelanggaran terkait pelat nomor kendaraan—mulai dari tidak dipasang sama sekali, ditutup sebagian atau seluruhnya, dimodifikasi tidak sesuai standar, hingga disamarkan menggunakan stiker ataupun cat—akan menjadi fokus utama penindakan.
Langkah tegas ini diambil lantaran seluruh penegakan hukum selama operasi ini diprioritaskan untuk mengikis jenis pelanggaran yang dinilai menghambat efektivitas kinerja ETLE. Menurut Aries, berbagai manipulasi fisik pada pelat nomor tersebut menjadi perhatian serius karena terbukti mengganggu dan menghambat sistem pembacaan otomatis oleh kamera ETLE dalam mendeteksi identitas kendaraan saat proses penegakan hukum elektronik.
Kendati fokus pada digitalisasi, polisi memastikan tidak akan membiarkan pelanggaran kasatmata lainnya.
“Selain itu, pelanggaran seperti melawan arus tetap akan dilakukan penindakan menggunakan tilang konvensional oleh petugas di lapangan,” tuturnya.
Skema Persentase Penindakan: Didominasi Tilang Elektronik
Untuk memastikan transparansi dan efektivitas di lapangan, Korlantas Polri telah menetapkan porsi atau formulasi khusus dalam metode penindakan selama Operasi Patuh 2026 berjalan.
Secara garis besar, penindakan akan didominasi oleh sistem elektronik melalui ETLE dengan porsi sebesar 60 persen. Sementara itu, metode tilang konvensional atau manual oleh petugas di tempat hanya dialokasikan sebesar 30 persen. Sisa 10 persen lainnya akan diwujudkan melalui bentuk teguran simpatik kepada pengendara.
Di akhir arahannya, Aries kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran personel kepolisian di daerah bahwa esensi utama dari Operasi Patuh 2026 adalah untuk menaikkan level ketaatan masyarakat terhadap regulasi lalu lintas. Tujuan tersebut diupayakan melalui kombinasi langkah preemtif (imbauan), preventif (pencegahan), serta penegakan hukum yang saling terintegrasi secara matang.
“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis, namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen,” kata Aries.
Bagi para pengguna jalan, operasi ini menjadi pengingat penting agar senantiasa memeriksa kelengkapan kendaraan serta mematuhi aturan berkendara yang berlaku sebelum berkendara demi keselamatan bersama.
Sumber: CNN Indonesia




