Pemerintahan

Menteri ESDM Sebut Implementasi BBM Jenis Baru B50 Siap Berjalan Per 1 Juli 2026

×

Menteri ESDM Sebut Implementasi BBM Jenis Baru B50 Siap Berjalan Per 1 Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers terkait Pengaturan Kuota BBM Non-Subsidi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pemerintah memastikan bahwa bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, biodiesel B50, siap diimplementasikan secara resmi mulai 1 Juli 2026. Langkah ini menandai babak baru dalam program penguatan energi terbarukan nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa sebelum resmi diluncurkan, pemerintah akan menggelar evaluasi akhir untuk meninjau seluruh hasil uji coba secara menyeluruh.

“B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba,” ujar Bahlil seperti yang dimuat di laman detikcom, dikutip Rabu (17/6/2026).

Bahlil memaparkan bahwa perkembangan uji coba B50 sejauh ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data teknis, sekitar 80 hingga 90 persen parameter pengujian telah memberikan hasil yang memuaskan.

Salah satu keunggulan signifikan yang ditemukan adalah terkait kualitas bahan bakar. Dari sisi kadar air, kualitas B50 dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya, yakni biodiesel B40 yang saat ini masih digunakan oleh masyarakat.

“Sekitar 80-90% hasil uji coba, alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” tambah Bahlil.

Sebagai informasi, B50 merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang memadukan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen minyak solar. Formula ini meningkat dari regulasi B40 yang saat ini tengah berjalan.

Melalui kebijakan progresif ini, pemerintah optimistis dapat:

  • Meningkatkan penyerapan kelapa sawit di pasar domestik demi kesejahteraan petani lokal.
  • Mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil secara signifikan, sekaligus menekan defisit neraca perdagangan sektor energi.