SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kabupaten Subang mewacanakan revitalisasi Jembatan Muara yang menghubungkan Desa Muara dan Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, pada tahun 2027. Infrastruktur vital yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp16 miliar.
Hal itu disampaikan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., saat meninjau hasil normalisasi Saluran Kalimalang sekaligus mengecek kondisi jembatan penghubung di wilayah pesisir Blanakan, Selasa (16/6/2026).
Menurut Kang Rey, kerusakan jembatan tidak dapat dibiarkan berlarut karena memiliki peran strategis sebagai akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perikanan di kawasan pesisir utara Subang.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan bagian bawah konstruksi jembatan mengalami pengikisan (scouring) dan korosi sehingga berpotensi mengurangi kekuatan struktur.
“Waktu banjir sempat tergerus dan bawahnya sudah korosi,” ungkap Kang Rey.
Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan perbaikan jembatan gantung sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. Sementara untuk pembangunan jembatan permanen, Pemkab Subang akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui koordinasi dengan anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX.
“Jembatan gantung sementaranya, insyaallah dalam waktu dekat kita perbaiki. Namun untuk jembatan yang besar, permanennya, insyaallah tahun depan kita akan mengusulkan kepada teman-teman kita yang ada di DPR RI,” jelasnya.
Kang Rey mengungkapkan, kebutuhan anggaran revitalisasi jembatan diperkirakan mencapai Rp16 miliar. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan masyarakat tidak kehilangan akses transportasi dan aktivitas ekonomi akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.
“Siapapun yang memberikan bantuannya, yang penting masyarakat yang kena dampaknya mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.
Selain meninjau jembatan, Kang Rey juga memastikan progres normalisasi Saluran Kalimalang sepanjang 10,5 kilometer berjalan sesuai rencana. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung produktivitas sekitar 750 hektare tambak udang yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Blanakan.
Revitalisasi Jembatan Muara dinilai menjadi salah satu agenda strategis pembangunan infrastruktur pesisir Subang karena tidak hanya berkaitan dengan keselamatan dan mobilitas warga, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, distribusi hasil perikanan, dan ketahanan kawasan pesisir menghadapi dampak bencana di masa mendatang.





