SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi BEM se-Kabupaten Subang dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang di depan Gedung DPRD Kabupaten Subang berlangsung ricuh, Kamis (18/6/2026).
Massa aksi merobohkan pagar gerbang kantor DPRD serta membakar ban sebagai bentuk kekecewaan karena tidak dapat bertemu dengan pimpinan DPRD.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari perbaikan kondisi ekonomi nasional, evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengusutan tuntas dugaan korupsi yang menyeret Badan Gizi Nasional (BGN).
Aksi mulai memanas ketika massa merasa aspirasi mereka tidak mendapat respons langsung dari pimpinan DPRD Kabupaten Subang. Sejumlah mahasiswa kemudian mendorong pagar gerbang hingga roboh dan melakukan aksi bakar ban di depan gedung dewan sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Koordinator aksi, Annas Ahmad Laduni, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.
“Hari ini kami hadir untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Kami mendesak adanya evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional. Selain itu, kami juga menyoroti kondisi ekonomi yang semakin sulit dan daya beli masyarakat yang terus menurun,” ujar Annas dalam orasinya.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kami melihat masih banyak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Subang untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban. Meski sempat berlangsung tegang dan diwarnai aksi perobohan pagar serta pembakaran ban, demonstrasi akhirnya dapat dikendalikan.
Setelah menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka, massa mahasiswa membubarkan diri secara damai dari kawasan Gedung DPRD Kabupaten Subang. Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat di sekitar area perkantoran berlangsung normal.




