Teknologi

Jangan Asal Colok, Begini Cara Benar Mengecas Baterai Lithium-ion di Ponsel Modern

×

Jangan Asal Colok, Begini Cara Benar Mengecas Baterai Lithium-ion di Ponsel Modern

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com — Bagi pengguna smartphone, kesehatan baterai (battery health) sering kali menjadi hal yang paling dikhawatirkan. Bahkan, kapasitas dan daya tahan baterai kerap menjadi pertimbangan utama seseorang saat membeli ponsel baru. Namun, tahukah Anda bahwa seiring pemakaian, daya tahan baterai pasti akan menurun? Untuk menjaga umurnya tetap panjang, perawatan saat pengisian daya menjadi kunci utama.

Belakangan ini, beredar anggapan bahwa kita tidak boleh mengecas HP hingga menyentuh angka 100 persen. Lantas, apakah hal tersebut mitos atau fakta? Yuk, simak ulasannya!

Mitos Mengosongkan Baterai hingga Habis

Melansir dari laman Android Authority, salah satu mitos yang masih sering dipercaya masyarakat adalah anggapan bahwa daya baterai HP sesekali perlu dikosongkan sampai habis (0 persen), baru kemudian diisi ulang sampai penuh (100 persen).

Faktanya, cara lama tersebut sudah tidak berlaku lagi. Ponsel modern saat ini didominasi oleh jenis baterai lithium-ion. Membiarkan HP dicas sampai 100 persen lalu memakainya hingga benar-benar habis justru sangat tidak disarankan karena dapat merusak komponen baterai.

Alasan Mengapa Jangan Sering Dicas Sampai 100 Persen

Saat ponsel diisi daya, terjadi perubahan arus listrik. Ketika kapasitas baterai mendekati 70 persen, peningkatan tegangan akan mulai melambat, dan arus pengisian perlahan dikurangi hingga kapasitasnya penuh.

Nah, pada fase pengisian 70 hingga 100 persen inilah tegangan listrik yang masuk ke dalam baterai justru semakin tinggi. Oleh karena itu, sebagian orang meyakini bahwa membatasi pengisian daya sangat penting untuk menghindari paparan tegangan tinggi yang bisa mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Sebaliknya, menjaga baterai di tegangan rendah—yaitu dengan mengecas di kisaran 30 hingga 70 atau 80 persen—disinyalir mampu mengurangi beban kerja baterai. Pola seperti ini secara tidak langsung dapat memperpanjang usia pakai baterai ponsel Anda.

Suhu Panas: Musuh Utama Baterai yang Sebenarnya

Meski membiarkan baterai dalam kondisi penuh 100 persen dalam waktu lama bisa meningkatkan tekanan akibat tegangan tinggi, persentase angka pengisian bukan satu-satunya penentu kesehatan baterai. Melansir laman CNET, ada faktor lain yang jauh lebih krusial, seperti tegangan, pola penggunaan, dan suhu.

Perlu dicatat bahwa ancaman terbesar bagi kesehatan baterai HP sebenarnya bukan dari pengisian daya yang berlebih (overcharging), melainkan suhu panas. Sebagai contoh, kebiasaan buruk mengecas HP sambil menjalankan aplikasi berat (seperti bermain game atau streaming) akan memicu lonjakan suhu yang drastis. Panas berlebih inilah yang paling cepat menurunkan kesehatan baterai Anda.

Solusi Produsen Ponsel Modern

Kabar baiknya, produsen ponsel pintar masa kini sudah memahami dinamika ini. Sejumlah produsen telah menyematkan fitur perlindungan baterai (battery protect). Jika fitur ini diaktifkan, sistem akan otomatis membatasi pengisian daya hanya sampai sekitar 80 persen saja demi mengurangi tekanan berlebih pada baterai.

Kesimpulannya, mengisi daya hingga 100 persen memang bisa menjadi salah satu faktor menurunnya kapasitas baterai akibat tegangan tinggi, tetapi Anda juga wajib waspada terhadap faktor lain—terutama paparan suhu panas—agar baterai smartphone kesayangan Anda tetap awet dan tahan lama!