JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut tuntas penyebab meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Para korban merupakan peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pembentukan tim ini ditujukan untuk mengumpulkan fakta di lapangan, sekaligus memastikan faktor-faktor yang menyebabkan gugurnya lima calon manajer koperasi tersebut selama masa pendidikan.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menegaskan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab dari masing-masing kasus dapat teridentifikasi dengan jelas.
“Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” ujar Donny usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ragam Dugaan Penyebab Kematian
Berdasarkan informasi awal yang diterima, Donny menjelaskan bahwa penyebab meninggalnya kelima peserta tersebut diduga tidak berasal dari satu faktor yang sama. Laporan sementara mengindikasikan adanya beberapa kondisi berbeda yang berkontribusi terhadap insiden fatal ini.
Beberapa faktor yang kini tengah menjadi sorotan tim investigasi antara lain:
- Faktor Kelelahan: Adanya perubahan pola hidup yang drastis dari kehidupan sipil menuju aktivitas yang menuntut disiplin tinggi di lingkungan militer.
- Penyakit Bawaan: Riwayat kesehatan laten yang dimiliki sebagian peserta, meskipun sebelum pendidikan dimulai mereka telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan (skrining).
- Kondisi Cuaca: Faktor cuaca ekstrem yang diduga memperburuk kondisi fisik peserta yang sudah dalam keadaan terbatas.
“Mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” tambah Donny.
Temuan Riwayat Penyakit Kronis
Lebih lanjut, Donny mengungkapkan bahwa ditemukan adanya riwayat penyakit kronis seperti penyakit paru-paru dan jantung pada beberapa korban.
Merespons temuan tersebut, Kementerian Kesehatan langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah preventif di lokasi pendidikan. Upaya pencegahan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit paru kepada peserta lain, sekaligus memastikan lingkungan Latsarmil tetap aman dan terkendali.
Bahan Evaluasi Total Pendidikan Militer
Kemhan menegaskan bahwa hasil investigasi ini tidak hanya sekadar untuk mengungkap tabir kematian para peserta, melainkan akan dijadikan bahan evaluasi total terhadap penyelenggaraan pendidikan SPPI ke depan.
Aspek keselamatan, ketatnya pemeriksaan kesehatan (medical check-up), hingga metode pelaksanaan latihan di lapangan akan diperketat agar insiden serupa tidak kembali terulang.
“Intinya kita ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini kan juga penting untuk kita gunakan dalam pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini,” pungkas Donny.
Sumber: KOMPAS



