BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka Museum ITB pada Jumat (3/7/2026). Peresmian ruang pengetahuan interaktif ini sengaja digelar bertepatan dengan momentum peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia. Museum modern ini mengambil tempat di Lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB Kampus Ganesha, Kota Bandung.
Agenda peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon. Menbud memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep Museum ITB yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar modern melalui kombinasi narasi yang kuat, tata pamer yang apik, serta pendekatan teknologi digital yang interaktif.
Fadli Zon juga menambahkan bahwa semangat yang diusung oleh Museum ITB sebagai destinasi wisata edukasi baru ini sangat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tengah mendorong penguatan di sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk sebuah museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya,” ujar Fadli Zon, dikutip dari laman resmi ITB via prfmnews.id.
Museum ITB dirancang khusus dengan standar museum dunia yang inklusif untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga lansia. Alih-alih sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak kuno, tempat ini menjadi wadah bertemunya sejarah masa lalu dengan inovasi masa depan lewat sejumlah fasilitas unggulan:
- Teknologi Imersif: Visualisasi digital canggih dan audio interaktif di berbagai sudut pameran.
- 360° Teater Dome: Fasilitas sinematik imersif berteknologi audio-visual terintegrasi yang membawa pengunjung menjelajahi sejarah kampus, kisah para ilmuwan, hingga kontribusi riset nyata ITB.
Menjelajahi Lebih dari Satu Abad ITB Lewat 4 Zona
Di dalam museum, pengunjung akan disuguhkan perjalanan panjang institusi pendidikan teknik tertua di Indonesia ini yang dibagi ke dalam empat zona tematik:
- Zona Akar Sejarah ITB: Menelusuri fase awal berdirinya kampus sejak era Technische Hoogeschool te Bandoeng (1920) melalui arsip, dokumen, dan artefak asli.
- Zona Jejak Pencerahan Riset dan Pendidikan: Menampilkan proses lahirnya berbagai laboratorium, riset mendalam, serta inovasi ilmiah besutan ITB.
- Zona Kehidupan Kampus dari Masa ke Masa: Mengenang dinamika aktivitas keseharian mahasiswa, dosen, serta peneliti yang membentuk budaya akademik ITB.
- Zona Inspirasi Masa Depan: Mengenalkan deretan tokoh inspiratif lulusan ITB beserta kontribusi besarnya bagi kemanusiaan, lengkap dengan ruang pameran temporer yang temanya akan berganti secara berkala.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, operasional Museum ITB saat ini masih dibatasi. Sepanjang bulan Juli 2026, pihak pengelola menerapkan masa uji coba (trial) terbatas selama dua minggu yang dikhususkan bagi sivitas akademika ITB.
Langkah ini diambil untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kualitas layanan serta pengalaman pengunjung di lapangan. Setelah masa uji coba rampung, Museum ITB dipastikan akan dibuka secara luas untuk pelajar (SD, SMP, SMA), alumni, peneliti, hingga masyarakat umum. Informasi detail mengenai jadwal kunjungan dan registrasi dapat dipantau melalui situs resmi atau akun Instagram resmi @museumitb.




