TANGERANG, TINTAHIJAU.com — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus berlangsung hingga hari ketujuh. Guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tiga helikopter water bombing ke lokasi kejadian.
Hingga Minggu, total luas area TPA Jatiwaringin yang hangus terbakar dilaporkan telah mencapai sekitar 15 hektare. Petugas gabungan kini menerapkan strategi berlapis untuk menjinakkan si jago merah. Selain mengandalkan pengeboman air (water bombing) dari udara, petugas di lapangan juga mengombinasikannya dengan teknik injeksi air ke dalam tumpukan sampah serta mengerahkan personel pemadam kebakaran di jalur darat untuk menyisir titik-titik api yang masih tersisa.
Ratusan Warga Mengungsi Akibat Asap
Dampak dari kebakaran besar ini kian dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi TPA. Sejak Selasa lalu, lebih dari 160 warga terpaksa mengungsi ke Kantor Desa Tanjakan Mekar demi menghindari paparan asap tebal yang menyelimuti pemukiman mereka.
Mayoritas pengungsi dilaporkan mulai mengeluhkan gejala gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan balita yang menyumbang angka cukup besar di posko pengungsian.
Merespons situasi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang langsung bergerak cepat dengan mendirikan sejumlah fasilitas penunjang di lokasi pengungsian.
“Pemkab Tangerang telah menyediakan layanan kesehatan gratis untuk menangani warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan, serta mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi selama proses penanganan kebakaran ini berlangsung.”
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus bersiaga dan berjuang di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam total agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Sumber: KOMPAS





