SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Percepatan pembangunan Kawasan Rebana menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri.
Di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Subang, penguatan tenaga keinsinyuran lokal dinilai menjadi isu strategis agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Hal itu mengemuka saat Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menerima kunjungan silaturahmi jajaran Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Barat di Ruang Kerja Wakil Bupati, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret menyiapkan SDM keinsinyuran yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan industri di Subang sebagai bagian dari Kawasan Rebana.
Beberapa program yang menjadi fokus pembahasan di antaranya penyusunan kebutuhan SDM keinsinyuran Kawasan Rebana di Kabupaten Subang, penyusunan roadmap SDM keinsinyuran, hingga pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga keinsinyuran.
Ketua PC Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Subang, Susilawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan PII ingin membangun kolaborasi pentaheliks bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan industri.
“Kami, PII Kabupaten Subang, berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan SDM yang mampu menyuplai kebutuhan industri di Kabupaten Subang,” ujarnya.
Menurut Susilawati, PII juga akan memfokuskan program pada penyusunan roadmap SDM keinsinyuran Kabupaten Subang serta pelatihan dan sertifikasi agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, penguatan SDM menjadi faktor penting agar pertumbuhan investasi di Subang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik, apalagi disinergikan dengan Kabupaten Subang yang menjadi kawasan industri,” kata Kang Akur.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga masyarakat Subang mampu mengisi peluang kerja yang tercipta.
“Orang Subang harus menjadi masyarakat yang berdaya dan bisa bekerja di rumah sendiri. Dengan kehadiran PII, kami berharap bisa menjembatani masyarakat Subang agar dapat bekerja sesuai dengan profesionalitas dan kompetensi yang dimiliki,” pungkasnya.
Penguatan SDM keinsinyuran dinilai menjadi salah satu kunci agar industrialisasi di Kawasan Rebana tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Subang.





