SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari-hari pertama sekolah merupakan langkah besar bagi seorang anak. Agar proses adaptasi ini berjalan mulus tanpa kepanikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang melalui Bidang Rehabilitasi kembali merilis panduan praktis yang dikhususkan bagi para orang tua. Edukasi ini bertujuan agar anak merasa aman, percaya diri, dan siap belajar di lingkungan barunya.
Kepala Sie. Rehabilitasi BPBD Subang, Tomy Hidayat, menjelaskan bahwa anak yang merasa dicintai dan aman secara emosional akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Pendekatan penuh kasih sayang dari orang tua adalah fondasi utama psikologis anak.
”Dukungan, cinta, dan pendekatan yang tepat dari orang tua adalah kunci utama agar anak merasa tenang dan nyaman di sekolah. Kami ingin orang tua hadir bukan hanya secara fisik saat mengantar, tetapi juga memberikan penguatan mental,” kata Tomy.
Dalam panduan terbaru ini, BPBD Subang memetakan langkah konkret, teknik menenangkan, hingga hal-hal yang wajib dihindari oleh orang tua.
6 Langkah Penting bagi Orang Tua
BPBD Subang merinci enam langkah awal yang dapat dipersiapkan orang tua di rumah:
- Persiapkan Jauh Hari: Kenalkan lingkungan sekolah, sosok guru, dan rutinitas harian sebelum hari pertama masuk sekolah tiba.
- Bangun Rasa Aman & Percaya Diri: Berikan keyakinan kepada anak bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan sangat menyenangkan.
- Buat Rutinitas yang Konsisten: Atur jadwal tidur, bangun, makan, dan jam keberangkatan sekolah secara teratur.
- Berikan Pelukan & Dukungan Emosional: Manfaatkan kekuatan pelukan, kata-kata positif, dan senyuman tulus agar anak merasa dicintai.
- Izinkan Anak Mengekspresikan Perasaan: Dengarkan semua kekhawatiran anak tanpa menghakimi, lalu berikan respons yang menenangkan.
- Berikan Bekal Positif: Lepas keberangkatan anak dengan doa, semangat, dan keyakinan bahwa mereka pasti bisa melaluinya.
Teknik Cepat Menenangkan Anak
Apabila anak mulai terlihat panik atau cemas, orang tua dapat menerapkan beberapa teknik berikut:
- Tarik Napas Bersama: Ajarkan anak melakukan teknik pernapasan dalam (tarik 4 hitungan, tahan 4 hitungan, lalu hembuskan 4 hitungan).
- Kata-Kata Menenangkan: Ucapkan kalimat penguat seperti, “Ayah/Bunda selalu ada untukmu” atau “Kamu hebat dan pasti bisa!”.
- Alihkan dengan Aktivitas Positif: Mengajak anak bermain, menggambar, atau membaca cerita sebelum berangkat.
- Visualisasi Positif: Ajak anak membayangkan hal-hal seru yang akan mereka lakukan bersama teman baru di sekolah.
- Perpisahan yang Hangat namun Singkat: Saat tiba di sekolah, ucapkan salam, berikan pelukan, lalu pamit dengan senyuman. Hindari proses pamitan yang berlama-lama karena bisa memicu kecemasan ulang.
- Berikan Penguatan Positif: Apresiasi setiap usaha kecil anak dengan kalimat seperti, “Bunda bangga kamu berani sekolah hari ini!”.
Hal yang Wajib Dihindari Orang Tua
Tomy Hidayat juga mengingatkan agar orang tua menghindari pola asuh yang keliru saat menghadapi anak yang mogok sekolah. Beberapa hal yang dilarang keras meliputi:
- Menakut-nakuti anak tentang sekolah.
- Menunjukkan rasa cemas berlebihan di depan anak.
- Memperpanjang proses perpisahan saat mengantar.
- Membanding-bandingkan anak dengan anak atau teman lain.
- Mengabaikan atau meremehkan perasaan cemas yang sedang dirasakan anak.
Tanda Anak Mulai Nyaman
Orang tua dapat mengevaluasi keberhasilan pendekatan ini jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda positif, seperti mau masuk kelas dengan sendirinya, mulai aktif berinteraksi dengan teman atau guru, tidak mudah menangis saat berpisah, ceria saat bercerita tentang sekolah, serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
”Cinta, perhatian, dan kesabaran orang tua adalah proteksi terbaik bagi mental anak. Mari kita buat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk mereka,” pungkas Tomy.
Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau informasi lebih lanjut mengenai program rehabilitasi sosial dan psikologis, dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Subang di nomor 0812-2433-4343.





