SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Masa awal masuk sekolah kerap menjadi momen yang penuh emosi bagi anak-anak. Pengalaman baru ini tidak jarang menimbulkan rasa cemas dan takut pada anak karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang asing.
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang melalui Bidang Rehabilitasi menginisiasi edukasi mengenai teknik menangani kecemasan anak saat pertama kali menginjakkan kaki di bangku sekolah.
Kepala Sie. Rehabilitasi BPBD Subang, Tomy Hidayat, menyampaikan bahwa dukungan sinergis antara orang tua dan guru sangat krusial dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan kebahagiaan pada anak di lingkungan baru mereka.
”Masa awal sekolah adalah pengalaman baru yang bisa menimbulkan kecemasan pada anak. Oleh karena itu, kehadiran, kesabaran, empati, dan konsistensi dari orang dewasa di sekitar mereka adalah kunci utamanya,” ujar Tomy.
BPBD Subang merilis sejumlah panduan praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua, guru, hingga penanganan secara psikologis untuk mengenali dan mengatasi kecemasan tersebut.
Mengenali Tanda Kecemasan pada Anak
Orang tua diminta peka terhadap perubahan perilaku anak. Beberapa tanda kecemasan yang sering muncul antara lain:
- Menangis atau rewel saat akan berangkat sekolah.
- Mengeluh sakit perut atau pusing tanpa sebab medis yang jelas.
- Sulit tidur atau mengalami mimpi buruk.
- Menolak berpisah dengan orang tua.
- Menjadi mudah marah atau justru menarik diri dari lingkungan.
Peran Penting Orang Tua
Untuk meminimalisir kecemasan, orang tua dapat melakukan beberapa upaya sejak dini, seperti mengenalkan lingkungan sekolah dan rutinitas baru secara konsisten (mulai dari jadwal tidur hingga keberangkatan). Orang tua juga diharapkan membangun rasa aman dengan mendengarkan kecemasan anak serta memberikan pelukan hangat dan motivasi positif.
Selain itu, menjaga komunikasi dua arah dengan guru di sekolah sangat disarankan agar perkembangan kondisi anak dapat terus dipantau bersama.
Langkah Sigap Para Guru di Sekolah
Guru di sekolah memegang peran sebagai ‘orang tua kedua’. BPBD Subang menyarankan agar guru menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dengan menyambut anak menggunakan senyuman, nama panggilan, dan sikap yang hangat.
Guru juga perlu membangun rasa percaya dengan mendekati anak yang tampak cemas, membantu mereka berinteraksi dengan teman baru lewat aktivitas yang menyenangkan, serta memberikan apresiasi sekecil apa pun atas usaha anak dalam beradaptasi.
Teknik Penanganan Secara Psikologis
Jika anak mulai menunjukkan gejala cemas, terdapat beberapa teknik psikologis sederhana yang bisa diterapkan secara langsung:
- Dengarkan dengan Empati: Biarkan anak menceritakan perasaannya tanpa dihakimi.
- Teknik Pernapasan Sederhana: Ajarkan anak menarik napas dalam 4 hitungan, menahannya selama 4 hitungan, lalu mengembuskannya dalam 4 hitungan.
- Visualisasi dan Aktivitas Positif: Ajak anak membayangkan hal-hal baik di sekolah atau mengalihkan kecemasan lewat bermain, menggambar, dan bercerita.
- Berikan Rasa Kontrol: Libatkan anak dalam pengambilan keputusan kecil, seperti memilih bekal makanan atau perlengkapan sekolah yang ingin dibawa.
- Sentuhan Positif: Gunakan pelukan, tepukan lembut, atau elusan di kepala untuk menenangkan sistem saraf anak.
Di akhir penjelasannya, Tomy Hidayat mengingatkan bahwa setiap anak membutuhkan waktu adaptasi yang berbeda-beda. Namun, jika kecemasan anak berlanjut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog profesional.
Bagi masyarakat Subang yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau layanan terkait, BPBD Kabupaten Subang (Bidang Rehabilitasi) menyediakan layanan Call Center di nomor 0812-2433-4343.





