SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pada Sabtu (7/10/2023), Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahyia, yang terletak di utara Jalur Gaza, menjadi salah satu korban serangan udara Israel yang tragis.
Laporan dari kantor berita WAFA mengungkapkan bahwa akibat serangan tersebut, satu orang petugas rumah sakit yang merupakan orang Palestina tewas.
Menurut laporan WAFA, seorang koresponden menyampaikan informasi bahwa “Seorang petugas rumah sakit Palestina tewas hari ini dalam serangan Israel ke rumah sakit di Bayt Lahyia, utara Jalur Gaza.”
Serangan ini melibatkan setidaknya satu rudal Israel yang mengenai Rumah Sakit Indonesia, menewaskan seorang pekerja dan melukai yang lainnya, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada perlengkapan penting rumah sakit tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang berawal ketika pasukan Hamas melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel pada pagi hari yang sama. Pasukan Hamas dikabarkan melakukan serangan dengan ribuan roket dan berhasil mengejutkan Israel dengan infiltrasi melalui perbatasan darat, laut, dan udara.
Pihak militer Israel mengklaim bahwa mereka hanya menargetkan sasaran yang terkait dengan Hamas dalam serangan balasan mereka. Namun, laporan dari Palestina menyatakan bahwa serangan Israel juga mengenai fasilitas-fasilitas sipil, termasuk rumah sakit.
Selain serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, jet tempur Israel juga dikabarkan merudal sebuah apartemen lima lantai yang terletak dekat Universitas Terbuka Al-Quds di Jalur Gaza. Serangan ini mengakibatkan gedung tersebut runtuh sepenuhnya akibat kerusakan yang parah akibat serangan Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 160 warga Palestina tewas di Gaza akibat serangan balasan Israel, dan sekitar 1.000 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, pihak berwenang Israel melaporkan bahwa setidaknya 40 warga Israel tewas dalam serangan yang mendadak oleh Hamas, dengan sekitar 750 orang lainnya mengalami luka-luka.
Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah menyebabkan penderitaan yang tak terhitung bagi kedua belah pihak, dan upaya perdamaian terus menjadi tantangan yang sulit.
Serangan terhadap fasilitas medis seperti Rumah Sakit Indonesia adalah pengingat nyata akan pentingnya menegakkan perlindungan terhadap fasilitas-fasilitas kesehatan dan perlindungan hak asasi manusia di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Semoga kedamaian dan perdamaian segera dapat ditemukan dalam upaya mencapai penyelesaian konflik yang berkelanjutan di wilayah ini.





