SUBANG, TINTAHIJAU.com – Gas helium adalah gas yang sering digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk mengisi balon udara.
Selain itu, dalam dunia medis, helium juga digunakan bersama oksigen untuk membantu penderita gangguan pernapasan. Meskipun gas helium umum digunakan, kita perlu menyadari bahaya yang terkait dengan penggunaan yang tidak benar atau berlebihan dari gas ini.
Helium adalah unsur kimia yang berwujud gas, memiliki sifat tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Gas helium ini memiliki sifat dasar yang berbeda dari unsur gas lainnya.
Menghirup helium dalam jumlah kecil, seperti yang biasa terjadi pada balon hias, umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Manusia dapat kembali bernapas normal dan beraktivitas setelah beberapa saat.
Namun, bahaya menghirup gas helium secara berlebihan atau langsung dari tangkinya perlu diwaspadai. Berikut adalah bahaya yang dapat terjadi akibat penggunaan yang tidak benar dari gas helium:
- Menghambat Oksigen Menuju Otak: Menghirup helium dalam jumlah besar atau dalam waktu yang lama dapat menghambat aliran oksigen ke otak. Semakin banyak helium yang terhirup, semakin serius dampaknya karena kekurangan oksigen bisa merusak sel-sel otak dan sistem saraf.
- Pecah Pembuluh Darah: Penggunaan gas helium dari tangki bertekanan bisa menyebabkan emboli, yaitu kondisi di mana gelembung udara menghalangi pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan pendarahan yang berbahaya.
- Kebocoran Paru-Paru: Helium bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan iritasi atau infeksi. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada paru-paru, yang ditandai dengan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, kulit berubah menjadi kebiru-biruan, dan lainnya.
- Kematian: Bahaya yang paling serius adalah kematian. Gas helium dapat menghambat pasokan oksigen ke otak, menyebabkan pecahnya pembuluh darah, dan kerusakan paru-paru. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Jika seseorang secara tidak sengaja menghirup helium dari balon dan mulai merasa pusing atau sakit kepala ringan, yang pertama-tama perlu dilakukan adalah duduk dan mencoba bernapas secara normal. Namun, jika gejala semakin parah, seperti kehilangan kesadaran, segera cari pertolongan medis.
Gejala keracunan helium yang patut diwaspadai meliputi sakit kepala parah, mual, nyeri otot, sakit perut, detak jantung tidak beraturan, lemas, tekanan darah rendah, kulit dan bibir yang kebiruan, batuk darah, gangguan penglihatan, kesulitan bernapas, mati rasa, kejang, dan lainnya.





