Pemerintahan

Presiden Jokowi Kunjungi Arab Saudi dan AS untuk Bahas Situasi Gaza

×

Presiden Jokowi Kunjungi Arab Saudi dan AS untuk Bahas Situasi Gaza

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi melepas bantuan seberat 51,5 ton dari rakyat Indonesia untuk meringankan penderitaan masyarakat Palestina, pada Sabtu (4/11/2023). (Foto: Dok. Instagram @prabowo)
Presiden Jokowi melepas bantuan seberat 51,5 ton dari rakyat Indonesia untuk meringankan penderitaan masyarakat Palestina, pada Sabtu (4/11/2023). (Foto: Dok. Instagram @prabowo)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pada tanggal 10 November 2023, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama delegasi terbatas berangkat menuju Riyadh, Arab Saudi. Kunjungan ini tidak hanya sekadar kunjungan kerja, tetapi juga untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Keberangkatan Jokowi menuju Riyadh dimulai dari Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, pada pukul 22.30 WIB. Agenda utama di KTT OKI adalah membahas situasi konflik di Gaza, Palestina.

Jokowi menyatakan bahwa KTT ini memiliki makna yang sangat penting sebagai upaya bersama untuk menghentikan serangan Israel terhadap Palestina. Dalam keterangannya kepada pers pada Jumat, Jokowi menegaskan tekadnya untuk memperkuat seruan agar gencatan senjata segera dilaksanakan dan bantuan kemanusiaan diperbesar.

“KTT ini sangat penting artinya sebagai upaya tambahan untuk menghentikan serangan Israel atas bangsa Palestina. Saya akan pertegas seruan agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat diperbesar,” ujar Jokowi.

Setelah menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Washington D.C. pada tanggal 12 November 2023 untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Pertemuan ini dianggap sebagai kesempatan baik untuk menyuarakan posisi tegas Indonesia mengenai situasi di Gaza.

“Kunjungan ini juga merupakan kesempatan baik untuk langsung menyampaikan hasil KTT OKI di Riyadh yang mencerminkan solidaritas negara-negara OKI untuk membela keadilan dan kemanusiaan,” ungkap Jokowi.

Kehadiran Indonesia dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen negara dalam mendukung perdamaian dan kemanusiaan, serta menjalin kerjasama dengan negara-negara lain dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.