SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini membuat KPU Subang kerja keras untuk antisipasi terjadinya banjir yang berdampak pada logistik dan pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.
Ketua KPU Subang Abdul Muhyi mencatat, data sementara yang sudah masuk, ada lima desa di Tiga Kecamatan di Pantura Subang yang berpotensi banjir dan berdampak pada pelaksanaan Pemilu mendatang.
“Ada sekitar Lima Desa di Tiga Kecamatan, itu yang baru kita update. Seandainya terjadi banjir, TPS ini bisa berdampak. Sehingga kita betul-betul mengantisipasi dari H-2 sampai H+2 Pemilu” kata Abdul Muhyi.
Upaya antisipasi jika terjadi banjir, petugas di daerah tersebut untuk menyiapkan TPS alternatif, di luar TPS utama. Sehingga, jika nantinya terjadi banjir, pelaksanaan Pemilu bisa segera dilakukan upaya secara cepat.
“Kita sudah menginstruksikan ke teman-teman PPK untuk mengantisipasi salah satunya adalah membuat lokasi alternatif lokasi TPS. Jadi kita sudah siapkan lokasi TPS awalnya di mana terus lokasi alternatif tps-nya di mana. Jadi sehingga satu hari sebelum H hari H kita juga sudah mengantisipasi,” kata Muhyi.
Selai menyiakan TPS Alternatif, KPU Subang juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya antisipatif untuk langkah-langkah kondisi terbutuk saat pemilihan umum nanti.
Hal lain yang diantisipasi adalah kondisi udang logistik. Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir ini dikhawatirkan berdampak pada logistik.
Muhyi menyampaikan, hujan yang terjadi belakangan ini bisa berdampak pada kelembaban gudang logistik. Ini bisa mengakibatkan kerusakan logistik pemilu
“Kita sudah antisipasi dan sudah sampaikan ke teman-teman PPK untuk betul memperhatikan keterkaitan dengan hal-hal tersebut karena beberapa tempat juga berdasarkan informasi dari teman-teman ada juga ada rembesan,” katanya