SUBANG, TINTAHIJAU.com – Umat Islam meyakini air zamzam memiliki keistimewaan dan khasiat yang tidak dimiliki oleh air lainnya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan hal tersebut, sehingga tak heran jika banyak ilmuwan dan peneliti tertarik mempelajarinya.
Salah satu peneliti yang tertarik dengan air zamzam adalah Masaru Emoto dari Jepang. Dalam studinya yang berjudul ‘The True Power of Water’, Emoto mengungkapkan bahwa molekul air zamzam berbentuk kristal indah yang berkilauan dan teratur. Emoto menyatakan bahwa selama penelitiannya, hanya molekul air zamzam yang memiliki keteraturan seperti itu.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa air zamzam tidak mengandung bakteri. Air zamzam dinilai sebagai air yang sangat bersih dan suci, dengan kandungan berbagai mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Hal ini membuat air zamzam memiliki berbagai manfaat kesehatan yang diakui oleh banyak pihak.
Namun, jauh sebelum adanya penelitian-penelitian ilmiah tersebut, Nabi Muhammad saw. sudah menjelaskan keistimewaan dan khasiat air zamzam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Nabi Muhammad saw. bersabda: “Air yang paling baik di muka Bumi adalah air zamzam. Ia dapat menjadi makanan yang mengenyangkan dan obat yang menyembuhkan penyakit.”
Menurut peneliti hidrogeologi dari ITB, Dasapta Erwin Irawan, air zamzam dikenal memiliki rasa yang unik dan kaya akan mineral seperti kalsium, magnesium, dan besi. Selain itu, air zamzam juga memiliki pH yang berkisar antara 7,5 hingga 7,9, yang menunjukkan sifatnya yang alkalin.
Dalam air zamzam terdapat kandungan kalsium yang sangat penting untuk kesehatan gigi dan tulang, bikarbonat yang membantu pencernaan, magnesium yang menjaga kesehatan tubuh, potassium yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan elektrolit, serta sodium yang berperan dalam metabolisme tubuh.
“Air zamzam memiliki kandungan mineral tertentu sehingga rasanya khas dan berbeda dengan air mineral lainnya. Kadar garamnya, yang diwakili nilai Total Dissolved Solids (TDS) bisa lebih dari 1000 ppm, membuat rasanya berbeda dengan air tawar biasa,” kata Erwin. “Logam kandungan mineralnya juga banyak, tidak ada yang nol. Ini juga mengapa disebutkan dalam hadis bahwa air zamzam itu mengenyangkan karena memang ada isinya, ada mineralnya,” tambahnya.
Erwin menjelaskan bahwa mata air zamzam secara geologis dikendalikan oleh batuan yang mengandung retakan atau rekahan berusia hingga 200 juta tahun, serta lapisan aluvial Wadi Ibrahim yang memiliki permeabilitas tinggi. Hal ini berarti air mudah mengalir dan diserap oleh lapisan tanah tersebut.
Sistem hidrogeologi air zamzam sangat kompleks dan melibatkan banyak faktor, seperti luasnya daerah tangkapan air dan jenis akuifer. “Secara keseluruhan, mata air tanah adalah sistem yang kompleks yang bergantung pada berbagai faktor untuk terbentuk dan berfungsi. Memahami komponen dari sistem ini sangat penting untuk melindungi dan mengelola sumber daya berharga ini untuk generasi mendatang,” jelas Erwin.
Dengan demikian, air zamzam tidak hanya memiliki makna religius bagi umat Islam, tetapi juga menunjukkan keistimewaan yang dibuktikan oleh penelitian ilmiah. Keunikan molekulnya, kebersihannya, serta kandungan mineralnya yang kaya membuat air zamzam menjadi sumber daya yang sangat berharga.