Megapolitan

Hari Ke-11 Longsor Cisarua, Tim SAR Temukan Dua Bodypack Tambahan

×

Hari Ke-11 Longsor Cisarua, Tim SAR Temukan Dua Bodypack Tambahan

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Total 55 kantong jenazah korban longsor di Cisarua, Bandung Barat berhasil dievakuasi hingga Kamis (29/1/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus berlanjut hingga hari ke-11 pascakejadian. Pada Selasa (3/2/2026), tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi dua bodypack dari lokasi longsor.

Kondisi cuaca cerah berawan turut mendukung jalannya operasi pencarian di sejumlah titik kerja. “Perkembangan operasi SAR hari kesebelas, kondisi cuaca mendukung cerah berawan. Tim SAR gabungan menemukan dua bodypack di worksite B2,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Selasa (3/2/2026).

Sejak longsor terjadi pada 24 Januari 2026, total bodypack yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan mencapai 85. Seluruh temuan tersebut telah diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

Hingga pukul 16.00 WIB, tim DVI melaporkan sebanyak 66 bodypack telah teridentifikasi, sementara 17 lainnya masih dalam tahap identifikasi. Ade Dian menjelaskan, jumlah bodypack yang ditemukan saat ini telah melampaui daftar pencarian orang (DP) yang sebelumnya dilaporkan oleh Incident Commander (IC).

“Beberapa bodypack yang sudah diidentifikasi ternyata namanya tidak tercantum dalam daftar 80 korban yang diinformasikan IC. Hal ini dimungkinkan karena saat kejadian terdapat korban yang bukan warga setempat,” jelas Ade Dian.

Meski jumlah temuan telah melebihi daftar pencarian awal, operasi SAR dipastikan tetap dilanjutkan. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan koordinasi antara SMC, IC, serta perwakilan tim DVI.

“Atas direktif penuh Kepala Basarnas selaku koordinator SAR, disepakati bahwa operasi pencarian tetap dilaksanakan hingga masa tanggap darurat dinyatakan selesai,” kata Ade Dian.

Operasi pencarian korban longsor Cisarua masih difokuskan pada area-area yang dinilai berpotensi menyimpan korban, meski dihadapkan pada tantangan medan berupa bebatuan dan material longsoran dari kawasan Gunung Burangrang.

Sumber: detikJabar