JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Otak merupakan pusat kendali tubuh yang berperan penting dalam memproses informasi dan mengatur berbagai fungsi tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, otak akan mengalami perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi memori, fokus, dan kemampuan berpikir. Meski penuaan merupakan proses alami, penurunan fungsi kognitif dapat diperlambat atau dicegah dengan pola hidup sehat, termasuk melalui pilihan makanan. Sayangnya, tidak semua makanan baik bagi kesehatan otak.
Mengutip laman WebMD, sejumlah makanan justru dapat mempercepat penurunan daya ingat jika dikonsumsi berlebihan. Salah satunya adalah makanan yang digoreng, karena mengandung lemak trans tinggi yang memicu peradangan, termasuk pada otak. Studi dalam Journal of Clinical Lipidology menunjukkan konsumsi lemak trans berlebih berpotensi menurunkan fungsi kognitif. Selain itu, proses penggorengan juga menghasilkan senyawa beracun seperti akrilamida yang berbahaya bagi sistem saraf.
Makanan tinggi gula tambahan, seperti minuman manis, kue, atau sereal instan, juga perlu dihindari. Lonjakan gula darah yang dihasilkan dapat mengganggu komunikasi antar sel saraf dan memicu peradangan kronis, meningkatkan risiko gangguan memori dan demensia. Margarin, meski sering dijadikan pengganti mentega, biasanya mengandung lemak trans yang berpotensi merusak sel otak dan menurunkan volume hippocampus, bagian otak yang berperan membentuk memori.
Jenis makanan lain yang patut diwaspadai adalah makanan olahan tepung, seperti roti putih, mi instan, dan biskuit. Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah otak serta menurunkan kemampuan konsentrasi. Fast food atau makanan cepat saji, dengan kandungan lemak jenuh, sodium, dan pengawet tinggi, juga dapat mengganggu aliran darah ke otak serta menurunkan fungsi memori.
Selain itu, daging olahan yang kaya nitrit dan natrium dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, sementara permen dengan pemanis buatan aspartam dapat memengaruhi neurotransmiter otak dan berisiko mengganggu memori jangka pendek. Dengan menghindari ketujuh jenis makanan tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih selektif memilih asupan agar fungsi otak tetap optimal dan daya ingat terjaga hingga usia lanjut.





