Pemerintahan

Video Program Pemerintah Muncul di Bioskop, Tuai Pro-Kontra

×

Video Program Pemerintah Muncul di Bioskop, Tuai Pro-Kontra

Sebarkan artikel ini
Foto: Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Jeddah untuk melakukan kunjungan kerja singkat guna menemui pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Selasa (1/7/2025). (Tangkapan layar instagram @prabowo)

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Penayangan video capaian program Presiden Prabowo Subianto di layar bioskop jelang pemutaran film membuat publik ramai membicarakannya.

Video singkat tersebut berisi narasi, data pencapaian, serta potongan pernyataan Presiden, dan langsung viral di media sosial sepanjang akhir pekan.

Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa bioskop adalah bagian dari ruang publik yang sah dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan. Menurutnya, hal itu tidak berbeda dengan iklan di televisi maupun papan reklame di jalan.

“Kalau iklan komersial boleh ditayangkan, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden tidak boleh?” kata Hasan, Senin (15/9/2025).

Ia menjelaskan, tujuan utama penayangan video tersebut agar masyarakat mendapat pemahaman yang lebih luas mengenai program kerja pemerintah.
“Pemerintah ingin seluruh rakyat tahu apa yang sudah dilakukan. Biar masyarakat lebih paham, bahwa banyak hal sudah dikerjakan,” ucapnya.

Dalam video itu ditampilkan sederet capaian, antara lain:

Produksi beras nasional mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025

5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif beroperasi

80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih diluncurkan

100 Sekolah Rakyat sudah berdiri

Program Makan Bergizi Gratis menjangkau 20 juta penerima manfaat sejak 6 Januari 2025.

Setelah cuplikan berakhir, layar bioskop menayangkan imbauan larangan merekam film. Barulah pemutaran film utama dimulai.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut langkah tersebut tidak menyalahi aturan.
“Selama tidak mengganggu kenyamanan dan keindahan, penggunaan ruang publik untuk menyampaikan pesan itu hal yang wajar,” ujarnya.

Meski begitu, reaksi masyarakat tetap terbagi. Ada yang menilai cara tersebut kreatif dan efektif menjangkau penonton bioskop, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan etika serta batasan penggunaan ruang hiburan untuk pesan politik.