Entertainmen

Syahdu di Bulan Suci, Menggemakan “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” di Panggung Teater Senapati

×

Syahdu di Bulan Suci, Menggemakan “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” di Panggung Teater Senapati

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — “Ramadan adalah ruang sunyi untuk merenung. Di panggung ini, iman menemukan suaranya.” Demikianlah untaian makna yang mengiringi napas kesenian Teater Senapati Bandung. Menyambut rengkuhan suci bulan Ramadan 1447 Hijriyah, kelompok teater ini kembali mempersembahkan sebuah mahakarya batin bertajuk Pentas Drama Musikal Religi Sunda “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman”.

Pertunjukan yang diselimuti nuansa kerohanian nan pekat ini akan menggetarkan jiwa para penikmat seni pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, tepat pada pukul 13.00 WIB. Panggung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, yang bersemayam di Jl. Bukit Dago Selatan No. 53A, Bandung, akan menjadi saksi bisu pergelaran agung ini.

Merenungi Kisah Sang Pelopor Dakwah

Naskah yang lahir dari rahim pemikiran dan kelembutan penyutradaraan Rosyid E. Abby ini, mengisahkan keteguhan hati seorang hamba bernama ‘Ammar bin Yassir. Beliau adalah sosok yang digelari oleh Nabi Muhammad Saw. sebagai “Ammar yang penuh iman”. Lahir di Kota Makkah dari pangkuan keluarga bersahaja , langkah Ammar menuju cahaya kebenaran menjadikannya salah satu dari tujuh pelopor paling awal yang memeluk erat ajaran Islam.

Namun, jalan cahaya tidaklah pernah sepi dari duri. Keimanannya harus ditebus dengan perihnya siksaan kaum Quraisy di atas padang pasir yang membara. Di atas panggung nanti, penonton akan dibawa menyelami samudra duka dan heroisme saat ibunda Ammar, Sumayyah, gugur ditikam oleh kejamnya Abu Jahal, menjadikannya syahidah pertama yang meregang nyawa demi Islam. Kisah ini adalah sebuah epos kesetiaan yang mengukir sejarah hingga Ammar yang sudah renta namun tetap gagah berani, gugur sebagai syahid dalam kecamuk Perang Shiffin demi membela kebenaran.

Estetika Sunda dalam Pelukan Religi

Dengan sentuhan tangan Dadan Darto Ramdani selaku asisten sutradara , pentas ini meleburkan keindahan lakon drama, alunan nyanyian surgawi, serta gemulai gerak tari ke dalam satu tarikan napas kehidupan berbahasa Sunda. Tak kurang dari 55 pelakon akan mencurahkan jiwanya di atas panggung.

Deretan seniman teater kawakan seperti Rinrin Candraresmi, Dado Tisna, Dian Hendrayana, hingga Apip Catrixs akan berpadu energi dengan talenta-talenta panggung lainnya. Sebelum layar utama terkuak, bait-bait puisi kerohanian yang dibacakan oleh Kyai Matdon akan menyapa sanubari penonton sebagai sajian pembuka yang syahdu.

Merajut Tradisi, Mendidik Nurani

Gelaran ini bukanlah sekadar pementasan yang lalu lalang, melainkan sebuah tradisi panjang nan mapan. Ia merupakan helaian terbaru dari lakon episodial Drama Sunda Religi “Kasidah Cinta” yang telah konsisten menabur kebaikan sejak tahun 2006 silam. Misi suci yang diemban dalam pertunjukan ini begitu luhur:

  • Menghidupkan kembali keteladanan sahabat Nabi melalui bahasa seni.
  • Menguatkan pendidikan keimanan bagi pelajar dan mahasiswa.
  • Mengembangkan penggunaan bahasa Sunda sebagai medium ekspresi religius dan estetis.
  • Menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi budaya dan spiritual.

Telah terbukti oleh waktu, karya-karya dari seri Kasidah Cinta selalu menjadi pentas yang sanggup menggugah emosi serta kesadaran spiritual para penikmatnya. Bagi Anda yang rindu membasuh dahaga ruhani dan menyelami samudra cinta sang sahabat nabi, silakan menghubungi layanan informasi tiket di nomor 085963133963.

Penulis: Kin Sanubary