7. Mengurangi kecemasan
Dalam mengurangi kegelisahan, pijat refleksi membantu meningkatkan mood atau suasana hati secara tak langsung. Setelah refleksi, peredaran darah jadi lebih lancar, sehingga kamu akan merasa lebih rileks.
Manfaat ini terbukti dalam penelitian The effects of foot reflexology on anxiety and pain in patients with breast and lung cancer yang dipublikasikan Oncology Nursing Forum.
Metodenya dengan melakukan perawatan refleksi kaki selama 30 menit pada pengidap kanker payudara atau paru-paru. Hasilnya, mereka yang menjalani perawatan pijat refleksi mengalami penurunan tingkat kecemasan ketimbang yang tidak melakukannya.
8. Baik untuk pengidap diabetes tipe 2
Dengan pijat refleksi secara teratur, pengidap diabetes tipe 2 bisa memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol. Namun, supaya bisa mendapatkan manfaat ini, kamu juga perlu disiplin menerapkan pola hidup sehat lainnya, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga.
9. Membuang racun dalam tubuh
Pijat refleksi mampu meningkatkan fungsi kandung kemih dan menurunkan gangguan pada saluran kandung kemih. Hal ini bisa meningkatkan sistem toksisitas tubuh, sehingga proses detoksifikasi racun jadi lebih maksimal.
10. Mempercepat proses penyembuhan
Selama pijat refleksi berlangsung, akan terjadi peningkatan aktivitas saraf, sirkulasi darah, dan keseimbangan metabolisme. Dengan begitu, sel-sel tumbuh lebih cepat, sehingga proses penyembuhan luka jadi lebih cepat.
11. Meningkatkan keseimbangan hormon
Pijat refleksi dapat membantu mempengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh. Cara ini cukup efektif untuk membantu mengatasi masalah hormonal seperti PMS (sindrom pramenstruasi) atau menopause.
12. Meningkatkan fungsi sistem pernapasan
Pijatan pada titik-titik refleksi yang terkait dengan sistem pernapasan dapat membantu memperbaiki pernapasan. Khasiat lainnya, yaitu mengurangi sesak napas dan membantu meredakan gejala asma.
13. Meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas
Melalui rangsangan titik-titik refleksi, pijat dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas sendi. Aktivitas ini secara langsung dapat membantu dalam pemulihan cedera dan masalah pada otot.
Lantas, benarkah pijat mampu mengatasi nyeri otot? Baca artikel Nyeri Otot, Pilih Pijat atau Obat Oles untuk Mengatasinya? untuk mengetahui jawabannya.
Sumber: halodoc