Penyebab Difteri
Penyakit difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang dapat menular antar manusia melalui percikan air liur atau menghirup udara yang dihembuskan oleh orang terinfeksi. Berikut penjelasan mengenai penularan difteri:
1. Partikel Udara
Seseorang dapat tertular difteri apabila menghirup partikel udara yang berasal dari bersin atau batuk dari orang terinfeksi. Cara penularan ini berpotensi tinggi terjadi di tempat ramai.
2. Permukaan Barang yang Terkontaminasi
Selain partikel udara, difteri juga dapat menular melalui sentuhan benda yang terkontaminasi bakteri. Misalnya, Anda berisiko tinggi tertular difteri jika memegang tisu bekas penderita difteri. Meski jarang terjadi, difteri juga dapat menyebar melalui peralatan pribadi yang digunakan bersama, salah satunya handuk.
3. Luka yang Terinfeksi
Menyentuh luka terbuka yang telah terpapar bakteri juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang tertular difteri.
Gejala Difteri
Gejala difteri akan muncul 2-5 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Selanjutnya, bakteri akan menyebar ke aliran darah dan menimbulkan beberapa gejala, seperti:
- Terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi amandel dan tenggorokan
- Demam dan menggigil
- Batuk
- Gangguan penglihatan
- Kulit pucat, berkeringat dingin, dan jantung berdebar cepat
- Kesulitan bernapas
- Mudah merasa lemas dan lelah
- Lendir dari mulut atau hidung terkadang bercampur darah
- Nyeri tenggorokan
- Suara menjadi serak
- Kebingungan saat berbicara hingga melantur