SUBANG, TINTAHIJAU.com – Durian, buah musiman yang populer di Indonesia, dikenal dengan rasa manis dan aroma khasnya. Kaya akan vitamin B, C, E, kalsium, dan zat besi, durian menjadi favorit banyak orang. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai “mabuk durian.”
Penyebab “Mabuk Durian”
Fenomena “mabuk durian” sebenarnya lebih tepat digambarkan sebagai “begah” karena efek gas yang terkandung dalam durian. Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh zat volatil dan alkohol yang terdapat dalam durian. Bau khas durian adalah penyebab utama ketidaknyamanan ini.
Cara Mengatasi “Mabuk Durian”
- Minum Banyak Air Durian:
- Durian dianggap sebagai buah ‘panas,’ dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan dan panas di perut. Minum air putih dapat membantu mengurangi efek ini dan mencegah dehidrasi.
- Makan Sayuran Hijau:
- Konsumsi sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau dapat membantu pencernaan dan mengontrol kadar gula darah setelah makan durian.
- Makan Buah Manggis:
- Manggis memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan nyeri dan sakit kepala yang muncul setelah makan durian.
- Minum Air Lemon:
- Lemon baik untuk sistem pencernaan dan dapat membantu menghilangkan kembung yang sering terjadi setelah konsumsi durian.
Mabuk durian bisa dihindari dengan mengonsumsi durian dalam batas yang wajar dan mengikuti tips kesehatan di atas. Dengan cara ini, Anda dapat menikmati durian tanpa efek samping yang tidak diinginkan.
Ingatlah untuk selalu memperhatikan batas konsumsi agar manfaat durian tetap dinikmati tanpa merugikan kesehatan.





