Keluarga

Mengintip Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah di Bawah Kepemimpinan Bey Machmudin

×

Mengintip Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah di Bawah Kepemimpinan Bey Machmudin

Sebarkan artikel ini

“Semua isu-isu ini menjadi fondasi dalam pembentukan arah pembangunan Jabar ke depan. Kita tahu bahwa jumlah penduduk bumi ini akan semakin padat, sementara suplai pangan dan air akan sangat sulit karena lahannya berkurang,” ujarnya.

“Karena ancaman perubahan iklim, jadi harus kita lakukan diversifikasi pangan, juga bagaimana kita menghemat air dan mencari cara-cara baru dan inovasi-inovasi lainnya,” imbuhnya.

Forum konsultasi publik ini dilaksanakan untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pemda provinsi dengar Pemerintah Pusat serta menyelaraskan perencanaan dan penganggaran antara pemda provinsi dengan kabupaten/kota.

Bey berharap forum ini bisa menghasilkan masukan bagi pelaku pembangunan terkait permasalahan pembangunan, isu aktual dan strategis, tujuan, sasaran maupun program pembangunan daerah.

“Saya sampaikan kepada Kepala Bappeda Jabar, walaupun saat ini kita tengah menyusun RPJPD, tapi jangan lupa dengan tugas-tugas rutin yang harus kita lakukan, dan yang penting adalah bagaimana kita merespons keinginan dan kebutuhan masyarakat, terutama keluhan-keluhan masyarakat, itu jauh lebih penting,” tuturnya.

Tak hanya jangka panjang, Bey pun menegaskan perlunya kerja-kerja dalam jangka pendek yang dimulai dengan membenahi permasalahan sampah dan transportasi publik yang tidak pernah usai di kawasan Bandung Raya.

Menyoal persampahan tersebut, Pemdaprov Jabar akan membentuk Satgas Pengolahan Sampah dan direncanakan dimulai di wilayah Kota Bandung.

“Bapak Ibu bisa melihat sampah itu mungkin hanya kucing-kucingan. Jadi kalau di TPS 1 bersih, TPS 2 ada lagi. Kami tidak mau seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu terkait program jangka panjang di sektor digitalisasi, Bey menuturkan, Pemdaprov Jabar telah memulai dengan aplikasi sederhana yang sangat memudahkan penggunanya, yaitu Sapawarga.

Di dalamnya terdapat berbagai layanan untuk masyarakat, salah satunya adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang sangat memudahkan dan mendorong transparansi serta menghindari tatap muka.

“Itu adalah kata kunci dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah,” ujarnya.

Menyoal kemacetan di sejumlah wilayah di Jabar, khususnya di Kota Bandung, dalam waktu dekat tiga proyek transportasi massal akan segera dibangun di kawasan Bandung Raya, salah satunya Light rail transit (LRT).

“Apakah kita hanya berpangku tangan tidak ingin ada transportasi publik yang mendorong kita semua untuk beralih kepada transportasi massal, tentunya harus ada kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Kami menyediakan sarana dan masyarakat diharapkan menggunakan angkutan publik ini,” ujarnya.