SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban Subang menjadi pasar potensial bagi BUMD yang ada di Kabupaten Subang.
Selain PT Subang Sejahtera, BUMD lain yang mendapat ‘Kue’ dari pelabuhan tersebut adalah Perumda Tirta Rangga Subang. Perusahaan Air Minum milik Pemkda Subang ini, sudah mensuplai air bersih sebanyak 4 liter perdetik untuk kebutuhan kantor KSOP.
“PatImban itukan bertahap permintannya, sekarang itu yang sudah beraktivitas itu kan KSOP, itu sudah menggunakan air dari kita, baru 4 liter perdetik, memang kebutuhannya baru segitu,” kata Dirut Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nulhakim
Lukman memastikan, permintaan air bersih tersebut tida berhenti di angka 4 liter perdetik. Dia optimistis kebutuhan air bersih Patimban bisa di angka maksimal 1000 liter perdetik, pada saat Pelabuhan tersebut sudah beroperasi penuh.
Dalam waktu dekat ini, tegas Lukman, suplai untuk kebutuhan peti kemas yang saat ini pembangunannya masih terus dilakukan. Diperkirakan, untuk emmeuhi kebutuhan tersebut, Perumda diminta untuk mensuplai 42 liter perdetik
“Adapun aktivitas kepelabuhan, belum berjalan. Khusus peti kemasnya aja belum dibangun. Setelah peti kemas berjalan, kemungkinan penggunaan air bersih melonjak tajam. Nah KSOP sebagai regulator pemerintah, memang sudah minta ke kita sekitar 42 liter perdetik yang dibutuhkan,” teragnya.
Ke depan, Lukman memaparkan, jika Pelabuhan Patimban sudah beroperasi penuh, dianalogikan dengan kebutuhan Bandara, dimungkinkan Pelabuhan Patimban akan membutuhkan minimal 1000 liter perdetik.
“Kita prediksi, kalau sudah berjalan full, kita megacu kepada bandara, itu bisa 1000 liter perdetik. saya prediksi lima tahun kedepan sudah bisa 500 liter perdetik,” imbuhnya
Hanya saja, untuk memnuhi keutuhan itu, Perumda harus menggandeng pihak swasta. Mengingat kemampuan Perumda belum sampai di titik itu. Terlebih terkait infrastuktur, seperti Pipa ke Patimban, dibutuhkan sekitar 18.8 Km.