SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Momentum Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan sajian khas seperti opor ayam dan rendang yang menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan agar terhindar dari lonjakan kolesterol dan gangguan pencernaan.
Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, mengatakan perubahan pola makan setelah sebulan berpuasa kerap memicu masalah kesehatan jika tidak disikapi dengan bijak.
“Setelah Ramadan, pola makan biasanya berubah drastis. Jika tidak dikontrol, bisa menyebabkan gangguan seperti maag, begah, hingga peningkatan kolesterol,” ujar dr. Ahmad Nasuhi.
Ia menyampaikan, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan, dengan menerapkan “jurus sehat makan enak” ala RSUD Subang.
Pertama, mengatur porsi makan. Masyarakat dianjurkan mengambil makanan secukupnya dan tidak berlebihan agar tubuh tidak terbebani.
“Kunci utama ada di porsi. Jangan sampai berlebihan, karena itu yang sering jadi pemicu masalah,” katanya.
Kedua, menyeimbangkan konsumsi dengan serat. Hidangan bersantan sebaiknya diimbangi dengan sayur-sayuran hijau yang membantu proses pencernaan.
Ketiga, memilih bagian daging yang lebih sehat, seperti dada ayam tanpa kulit atau daging sapi tanpa lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
Keempat, membatasi konsumsi kuah santan kental yang menjadi sumber utama lemak jenuh pada hidangan Lebaran.
“Boleh menikmati, tapi jangan terlalu banyak kuah santan. Itu yang perlu dikurangi,” jelasnya.
Kelima, memperbanyak minum air putih dan menghindari konsumsi minuman manis secara berlebihan setelah makan besar.
RSUD Subang juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap keluhan pencernaan yang kerap muncul saat Lebaran. Jika mengalami gejala seperti nyeri lambung, begah, atau gangguan lainnya, masyarakat diminta segera memeriksakan diri.
“Kalau ada keluhan, jangan ditunda. Segera konsultasi ke tenaga medis agar bisa ditangani lebih cepat,” tegas dr. Nasuhi.
Ia berharap masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan penuh kebahagiaan tanpa mengabaikan kesehatan.
“Silakan menikmati hidangan Lebaran, tapi tetap bijak agar tubuh tetap sehat dan bugar,” pungkasnya.





